Labels

Wednesday, January 25, 2017

TENAGA PEMBENTUK MUKA BUMI

1. Tenaga endogen
Tenaga yang berasal dari dalam bumi. 
Tenaga endogen meliputi:

a) Tektonisme: tenaga yang berasal dari dalam bumi baik mendatar maupun vertikal yang menyebabkan perubahan muka bumi. Tenaga endogen dibedakan menjadi: 

  • Epirogenesa: pengangkatan dan penu-runan benua yang relatif lambat pada areal yang sangat luas. Epirogenesa positif adalah turunnya permukaan bumi seolah-olah permukaan laut menjadi naik. Epirogenesa negatif adalah naiknya permukaan bumi seolah-olah permukaan laut menjadi turun. 
  • Orogenesa: terbentuknya lipatan, patah-an, dan rekahan yang relatif cepat pada areal yang sempit.

b) Vulkanisme: peristiwa naiknya magma dari  perut bumi. Disebut intrusi magma bila
naiknya magma masih berada di dalam lapisan kulit bumi, dan disebut ekstrusi magma bila naiknya magma sudah mencapai permukaan. 


Bentuk intrusi magma:
  • Batolit: batuan beku terbentuk di dapur magma.
  • Lakokit: magma menerobos lapisan kulit bumi dan mendesak lapisan atasnya, berbentuk cembung dan datar di bawahnya. Sill: magma masuk di antara dua lapisan dan membeku membentuk lempeng memanjang.
  • Diatrema: magma yang membeku pada pipa/gang, berbentuk silinder memanjang dari dapur magma ke mulut kawah.
  • Gang (korok): magma yang memotong lapisan kulit bumi dengan bentuk pipa/ lempeng setelah membeku.
  • Apofisa: cabang gang.

Bentuk ekstrusi magma
  • Erupsi: letusan
    • Erupsi eksplosif: keluarnya magma menimbulkan ledakan.
    • Erupsi efusif: magma yang keluar hanya meleleh.
  • Erupsi berdasarkan bentuk lubang
    • Erupsi linear: terjadi pada lubang yang memanjang.
    • Erupsi sentral: magma keluar melalui lubang yang kecil.
    • Erupsi areal: membentuk kawah yang sangat luas.

c) Gempa bumi (seisme): getaran kulit bumi akibat dari pelepasan energi dari dalam bumi.

Berdasarkan faktor penyebab :

  1. Gempa tektonik: akibat tenaga tektonik seperti pergeseran sesar, tumbukan lempeng.
  2. Gempa vulkanik: terjadi sebelum, sedang, dan sesudah letusan gunung berapi.
  3. Gempa runtuhan: akibat dislokasi dalam perut bumi.

Berdasarkan episentrumnya :

  1. Gempa linier: berbentuk garis
  2. Gempa sentral: berbentuk titik

Berdasarkan letak hiposentrum :

  1. Gempa dangkal: kedalaman hiposentrum < 100 km
  2. Gempa menengah: 100 – 300 km
  3. Gempa dalam: > 300 km

Berdasarkan jarak hiposentrum :

  1.  Gempa lokal: < 10.000 km
  2. Gempa jauh: ± 10.000 km
  3. Gempa sangat jauh: > 10.000 km

Berdasarkan letak episentrum :

  1. Gempa laut: di dasar laut
  2. Gempa darat: di darat

Cara menentukan letak episentrum :


∆ = {(S – P) – 1}  1 megameter

Keterangan : 

∆ = jarak episentrum ke stasiun pencatat 
S = waktu pencatatan gelombang sekunder 
P = waktu pencatatan gelombang primer 1 megameter = 1.000 km

 


2. Tenaga eksogen
Tenaga yang berasal dari luar bumi.

a) Pelapukan: penghancuran massa batuan yang dipengaruhi oleh struktur batuan, iklim, topo-grafi, dan faktor biologis.

Pelapukan mekanik: pengaruh tenaga eksogen (suhu, sinar matahari, curah hujan) yang berulang-ulang dalam waktu lama.

Pelapukan kimiawi: penghancuran batuan melalui proses kimiawi.

Pelapukan organik: disebabkan oleh tumbuhan, hewan, dan manusia.

 

b) Pengikisan/erosi: terlepasnya materi batuan oleh tenaga pengikis (air, angin, gletser).
  • Ablasi: oleh air mengalir 
    • Erosi percik (splash erosion): karena percikan air (hujan).
    • Erosi lembar (sheet erosion): merata menguras unsur hara dalam tanah.
    • Erosi alur (rill erosion): terbentuk alur searah (lereng).
    • Erosi parit (gully erosion): terbentuk parit V atau U yang tidak hilang.
  • Abrasi: oleh air laut
  • Eksarasi: oleh es/gletser
  • Deflasi: oleh angin


c) Pengendapan: pelapukan batuan (lihat batuan pembentuk litosfer: batuan sedimen)

 



No comments:

Post a Comment