1. Struktur sosial
Dapat diartikan susunan masyarakat secara hierarkhis baik
secara vertical maupun horizontal Menurut pendapat beberapa ahli :
a.
Soerjono
Soekanto
Struktur sosial adalah hubungan
timbal balik antarposisi sosial dan peran sosial
b.
Nasikun
Dalam konteks Indonesia struktur
social dapat dilihat secara horizontal maupun vertical
Secara
horizontal struktur sosial ditandai dengan adanya kesatuan sosial berdasarkan
perbedaan suku bangsa,agama , adat, ras.yang disebut dengan differensiasi
sosial
Secara
vertikal struktur sosial ditandai ditandai adanya kesatuan sosial berdasarkan
perbedaan lapisan –lapisan sosial yang disebut dengan stratifikasi sosial
2.Bentuk – bentuk
Struktur sosial
* Diferensiasi social
Pembedaan anggota masyarakat dalam
golongan – golongan secara horizontal ( tidak
memandang
perbedaan lapisan )
Ciri – cirri
diferensiasi social
1).
Ciri fisik , yaitu ditandai
dengan perbedaan cirri – cirri tertentu seperti warna kulit, bentuk mata, rambut,
muka , jenis kelamin
2).
Ciri Sosial, yaitu adanya
perbedaan pekerjaan yang menimbulkan cara pandang dan perilaku masyarakat
Contoh perilaku seorang karyawan
berbeda dengan seorang dokter
3).
Ciri budaya, yaitu cirri yang
berdasarkan pada pandangan hidup suatu masyarakat seperti religi, kepercayaan,
system kekeluargaan maupun nilai – nilai yang dianut.
Bentuk diferensiasi meliputi perbedaan ras, agama, jenis
kelamin,klen,suku bangsa,asal daerah juga profesi ( pekerjaan )
* Stratifikasi Sosial
Merupakan
pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas – kelas secara bertingkat (
hierarkhis )
Unsur – unsur
stratifikasi social
1). Status sosial
yaitu ,merupakan tempat atau posisi seseorang dalam
kelompok sosial atau masyarakat secara umum
*Macam-macam status secara umum :
a.
Ascribed status ( status yang
dibebankan )
Yaitu kedudukan yang diperoleh secara otomatis karena
keturunan atau bersifat kodrati( dibawa sejak lahir )
b.
Assigned
status (status yang diberikan)
Yaitu kedudukan yang diberikan kepada seseorang karena
memiliki prestasi atau jasa besar terhadap masyarakat.
c.
Achieved
status (status yang diperjuangkan)
Yaitu kedudukan yang dicapai dengan usaha-usaha
yang disengaja/ usaha yang sungguh - sungguh
*Macam status berdasarkan sifatnya :
a.
Status obyektif
Status yang
bersifat hierarkis dalam struktur formal/resmi pada organisasi tertentu.
b.
Status subyektif
Status yang berasal dari
pengakuan dan penilaian masyarakat karena prestasi tertentu. *Kriteria umum
penentu status , antara lain :
a.
Asal usul
keturunan
b.
Mutu
/kualitas pribadi
c.
Prestasi
d.
Otoritas/kekuasaan
e.
Budaya suku
bangsa yang masih dijunjung tinggi. Contoh : gender dalam agama
.
2). Peran Sosial
Merupakan
aspek dinamis dari sebuah kedudukan individu yang telah berhasil menjalankan
hak
dan kewajibannya berdasarkan
kedudukannya, berarti individu
kan hak dan kewajibannya berdasarkan
kedudukannya, berarti individu tersebut
berhasil melakukan perannya
Jadi stratifikasi
sosial disebabkan oleh adanya sesuatu yang dihargai dalam masyarakat . Adapun dasar
atau kriteria yang dipakai dalam
menentukan lapisan social adalah :
1.
Ukuran
kekayaan/materi
2.
Ukuran
kekuasaan dan wewenang
3.
Ukuran Kehormatan/kewibawaan
4.
Ukuran ilmu
pengetahuan
c. Sifat Stratifikasi sosial
1). Sistem Pelapisan Sosial Tertutup
System
pelapisan social yang membatasi kemungkinan berpindahnya seseorang dari satu
lapisan satu ke lapisan yang lain. Satu-satunya jalan untuk pindah lapisan
adalah melalui kelahiran.
Contoh : masyarakat kasta , system
rasial maupun masyarakat feodal
2). Sistem Pelapisan Sosial Terbuka
System
pelapisan sosial yang memberi kesempatan pada setiap anggota untuk berpindah
dari satu lapisan satu ke lapisan yang lain. Ini berfungsi sebagai perangsang
masyarakat dalam melakukan pembangunan.
Contoh terdapat pada masyarakat
industry, masyarakat pertanian yang telah mengalami gelombang modernisasi
3). Sistem Pelapisan Social Campuran
System pelapisan sosial yang
membatasi kemungkinan pindah lapisan pada bidang tertentu, tetapi membiarkan
untuk pindah lapisan pada bidang yang lain.
d. Bentuk – bentuk
stratifikasi social
1). Stratifikasi atas dasar Kasta
Ciri-ciri stratifikasi atas dasar
kasta di India antara lain :
*Keanggotaan kasta diperoleh melalui
keturunan
*Sifat keanggotaannya abadi
*Interaksi antar kasta terjadi
secara kaku
*Perkawinan bersifat
Indogami/sederajat
*Anngota kasta terikat oleh status
yang sudah ditetapkan
Perbandingan urutan kasta di India dan Bali
No
|
India
|
Bali
|
1
|
Brahmana
(pendeta)
|
Tri wangsa ( Ida Bagus )
|
2
|
Ksatria
(raja dan bangsawan)
|
Tri wangsa ( Tjokorda, Dewa, Bagus )
|
3
|
Waisya (pengusaha,pedagang kaya)
|
Tri
wangsa ( I gusti,
Gusti )
|
4
|
Sudra
(rakyat jelata)
|
Jaba / sudra ( pande, kbon, pasek )
|
Paria merupakan sebutan untuk golongan
orang yang
2). Stratifikasi atas dasar Keahlian
/ profesi
Menurut Astrid Susanto, ada beberapa
pelapisan dalam profesi kerja. Antara lain :
*Elit : konglomerat, pejabat tinggi
negara atau orang yang punya posisi penting.
*Professional : orang yang ahli dalam bidang pekerjaanku.
contoh : dokter,profesor
*Semi Profesional : tenaga menengah
yang menguasai pekerjaannya. Contoh : guru, pustakawan dan
paramedic
*Tenaga trampil : tenaga menengah
yang punya ketrampilan tertentu. Contoh : sopir, penjahit, tukang kayu
*Tenaga semi trampil : pekerja
tanpa menguasai ketrampilan tertentu. Contoh : pelayan toko/restaurant
*Tenaga tidak terlatih dan tidak terdidik. Contoh: PRT
3). Stratifikasi atas dasar Kekuasaan
/ politik
Menurut Mac Iver ada tiga tipe kekuasaan yaitu :
*Tipe Kasta,terdapat pada masyarakat
kasta yang tegas dan kaku
*Tipe Oligarkis, pada masyarakat
feodal yang sudah berkenbang dengan system pemerintahan
monarkhi parlementer.
*Tipe Demokratis, pada masyarakat
yang sudah maju,rasional, dan terbuka.
Ciri-ciri pola umum stratifikasi
sosial atas dasar kekuasaan.
Pola umum
|
Kasta
|
Oligarkhis
|
Demokratis
|
Garis pembatas antar lapisan
|
Tegas
|
Tegas
|
Elastis
|
Mobilitas vertikal
|
Sulit ditembus
|
Bisa ditembus
|
Mudah ditembus
|
Interaksi sosial
|
Kaku
|
Tidak Kaku
|
Tidak kaku
|
Penentu status sosial
|
Asal usul dan abadi
|
Asal usul dan diperjuangkan
|
Asal usul/keturunan tdk penting
|
Kekuasaan
|
Mutlak raja
|
Raja, tidak mutlak ada PM sebagai pemerintah
|
rakyat
|
4). Stratifikasi atas dasar
Rasialisme/warna kulit *Di Amerika disebut segregation
*Di Afrika disebut appartheih
*Di Australia disebut white policy/politik putih
e. Stratifikasi masyarakat Indonesia
1). Stratifikasi sosial pada
masyarakat Pertanian Didasarkan pada kepemilikan tanah
Pada masyarakat pertanian, system
pelapisan sosial didasarkan pada 3 hal yaitu :
*Struktur hubungan dengan tanah (tata
tanah)
1.
Kuli kenceng/kuli ngarep
2.
kuli kendo / kuli gandok / kuli
setengah kenceng
3.
Tumpang, pondok karang, ngindung
4.
Tumpang tlosor / pondok tlosor (
tidak punya rumah, hanya numpang)
*Struktur hubungan kerja (tata
kerja) agraris
Kelas sosial ditentukan oleh
kemampuan melakukan pengerahan tenaga kerja secara komunal.
Kelas terendah ditempati oleh kaum
pekerja/buruh.
*Struktur hubungan kekuasaan (tata
kekuasaan)
Dilihat dari bekerjanya
lembaga-lembaga sosial politik di pedesaan yang bersumber dari hubungan
masyarakat petani dengan negara /
kerajaan diluar komunitasnya.
2).Stratifikasi sosial pada masyarakat
Industri
Pembentukan pelapisan sosialnya dipengaruhi oleh faktor :
pemilikan modal, potensi yang dapat meraih
kemajuan,kualitas pribadi dan
prestasi
Dalam masyarakat industri, terdapat
lapisan sosial berdasarkan :
*Tingkat pendapatan ekonomi
*Tingkat pendidikan
*Tingkat prestise/kehormatan sosial
yang berkaitan dengan pekerjaan dan mata pencaharian.
3). Stratifikasi social pada
masyarakat Feodal
Menekankan
pada segi kepentingan politik dan kekuasaan yang ditandai dengan penguasaan
tanah yang dikuasai oleh kaum bangsawan
Terjadi pada zaman kerajaan dan
ditandai dengan adanya tuan tanah.
Lapisan sosial pada zaman feodal : Lapisan social pada
zaman kerajaan :
1.
1.
Raja dan keluarganya
2.
Priyayi dan pemegang lungguh (tanah gaji)
3.
Petani sikep ( petani pemilik tanah untuk
kerajaan)
4.
Petani pekerja
4). Stratifikasi social pada masa Kolonial
Pelapisan
didasarkan pada rasialisme
*Kelas
atas diduduki oleh orang kulit putih (Belanda)
*Kelas menengah atas (Cina dan arab) dan menengah bawah
yaitu kaum priyayi dan pamong praja
*Kelas bawah yaitu penduduk pribumi.
Fungsi stratifikasi sosial
a)
Distribusi hak –hak
istimewa yang obyektif
b)
Membentuk system strata / pertanggaan (
tingakatan ) dalam masyarakat
c)
Menentukan lambing status atau / kedudukan
d)
Proses seleksi untuk melakukan perpindahan
kedudukan /status sosial
e)
Sebagai alat solidaritas dalam kehidupan
masyarakat
3. Perkembangan struktur
sosial
Selo Sumardjan membagi perkembangan struktur social
masyarakat menjadi tiga bentuk
a. Masyarakat sederhana
1) Memiliki ikatan organisasi berdasarkan tradisi turun temurun
2) Memiliki ikatan
kekeluargaan yang masih sangat kuat
3) Mengedepankan
system gotong royong
4) Menerapkan system hokum tidak tertulis
5) Masih memiliki
kepercayaan pada kekuatn ghoib
6) Hasil produksi tidak untuk dijual ,tetapi untuk dikonsumsi sendiri
b. Masyarakat madya
1)
Intensitas ikatan kekeluargaan tidak seerat
masyarakat sederhana
2)
Lebih terbuka dengan perubahan social
3)
Menerapkan system hokum tertulis dan tidak
tertulis
4)
Mulai membentuk lembaga formal
5)
Mulai muncul pemikiran rasionalitas meskipun
tetap mempercayai adanya kekuatan ghaib
6)
Mulai mengenal system diferensiasi social dan stratifikasi sosial
c. Masyarakat modern
1)
Hubungan sosial berdasarkan kkepentingan
pribadi
2)
Membentuk hubungan sosial yang bersifat
terbuka
3)
Mengembangkan pola pikir positivis
4)
Masyarakat punya tingkat ilmu pengetahuan yang tinggi
5)
Memberlakukan system hokum formal atau
tertulis
6)
Membentuk stratifikasi sosial berdasarkan
pada keahlian
4. Sebab konflik
*Faktor penyebab konflik
*Perbedaan perasaan dan pendirian antar individu
*Perbedaan kebudayaan (adapt istiadat)
*Perbedaan kepentingan
*Perubahan social yang mengubah nilai-nilai pada
masyarakat
*Adanya rasa benci dan dendam terhadap rivalnya
*Adanya
paksaan dari yang kuat terhadap yang lemah
*Meletusnya revolusi politik yang menjurus pada perebutan
kekuasaan
5. Akibat konflik
+ Semakin bertambah
solidaritas in group
+ Berfungsi sebagai alat perubahan social
+ Berfungsi sebagai alat perubahan social
- Terjadi perubahan kepribadian
- Terjadi akomodasi, dominasi, dan takluknya
satu pihak tertentu
- Goyah atau retaknya persatuan kelompok
- Rusaknya harta benda dan jatuhnya korban
manusia
6. Proses penyelesaian konflik
1.
Kompromi untuk menyelesaikan pertikaian dengan saling mengurangi
tuntutan.
2.
Toleransi
3.
Koersi akomodasi yang prosesnya berdasarkan paksaan.
4.
Mediasi penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga sebagai
penengah/penasihat.
5.
Arbitrasi
penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang dipilih bersama dan
punya kedudukan lebih tinggi.
6.
Konsiliasi usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari fihakyang
berselisih
7.
Adjudikasi penyelesaian masalah melalui jalur pengadilan
8.
Stalemate
penyelesaian masalah (berhenti) karenamasing-masing punya kekuatan seimbang. *MANAJEMEN KONFLIK ( melalui akomodasi)
- Ada salah satu pihak yang
menang
- Ada kompromi/perundingan antar
pihak yang bertikai
- Adanya saling maaf atau
pemberian maaf dari satu pihak ke pihak lain
- Pencapaian keadaan
"sepakat untuk tidak sepakat". Contoh : sepakat untuk pisah/cerai.
- Rekonsiliasi : mengembalikan
suasana persahabatan dan saling mempercayai diantara pihak-
pihak yang bertikai.
7. Bentuk/jenis mobilitas social
MACAM MOBILITAS SOSIAL
1. Mobilitas Vertikal
Perpindahan status individu
dari suatu kedudukan menuju kedudukan lain yang tidak sederajat
a.
Mobilitas sosial vertikal naik (social climbing/ upward mobility)
b.
Mobilitas sosial vertikal turun (social sinking)/downward mobility )
Prinsip-prinsip dalam MSV
1.
o Mobilitas Sosial pasti terjadi dalam
masyarakat
o Mobilitas Sosial Vertikal naik tdk dapat
dilakukan secara leluasa oleh setiap orang
o Tidak ada Mobilitas Sosial Vertikal yang berlaku umum bagi semua
masyarakat, sbb setiap masyarakat punya cirri sendiri-sendiri.
o Mobilitas Sosial Vertikal punya corak yang
berbeda-beda
o Tiadak ada kecenderungan yang tetap mengenai bertambah dan
berkurangnya laju gerak social.
1. Mobilitas Horizontal
Perpindahan status individu dari kelompok sosial
satu menuju kelompok sosial lain yang masih sederajat Faktor : beralih
Kewarganegaraan, migrasi, transmigrasi, dan urbanisasi.
1. Mobilitas Antar Generasi
a.
Mobilitas Sosial
Inter Generasi
Mobilitas Sosial yang
terjadi diantara beberapa generasi dalam satu garis keturunan.
b.
Mobilitas Sosial
Intra Generasi
Mobilitas Sosial yang
terjadi dalam satu generasi yang sama
8. Faktor pendorong mobilitas sosial
a.
Status social bawaan
b.
Keadaan Ekonomi
c.
Situasi politik
d.
Pertambahan Penduduk
e.
Keinginan merantau yang kuat
9. Faktor penghambat mobilitas sosial
a.
Struktur masyarakat yang berkasta atau rasialis
b.
Diskriminasi kelas, pada masa kolonial
c.
Pengaruh sosialisasi yang kuat pada lapisan sosialnya sendiri
d.
Lokasi yang terisolasi dan keterbelakangan
e.
Perbedaan
jenis kelamin (pada masyarakat tradisional)
f.
Kemiskinan
10. Saluran mobilitas sosial
a.
ABRI, yang
professional dan berjasa besar
b.
Lembaga
Agama
c.
Lembaga pendidikan
d.
Organisasi
Politik
e.
Organisasi
Ekonomi
f.
Organisasi
Profesi
g.
Perkawinan
11. Cara mobilitas social
a.
Perubahan
standar hidup
b.
Perubahan
tempat tinggal
c.
Perubahan
tingkah laku
d.
Perubahan
nama
e.
Pernikahan
f.
Bergabung
dengan asosiasi tertentu
g.
Melalui
presatasi
12. Akibat mobilitas sosial
a.
Dampak
Positif
*Mampu memotivasi semangat belajar & bekerja keras
*Menambah pengalaman dan wawasan
*Mempercepat terjadinya proses
interaksi,asimilasi,akulturasi dan integrasi social menuju persatuan dan
kesatuan bangsa
*Mempercepat terjadinya
perubahan-perubahan social.
b.
Dampak
Negatif
Mobilitas yang kurang harmonis akan
menimbulkan benturan tatanilai, norma dan kepentingan dari
berbagai pihak yang menimbulkan berbagai konflik social
yaitu :
*Konflik antar klas social
*Konflik antar kelompok social
*Konflik antar generasi
*Berkurangnya solidaritas kelompok
*Konflik status
*Konflik peranan
No comments:
Post a Comment