Labels

Wednesday, January 25, 2017

PERANAN DAN PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN DALAM KEGIATAN EKONOMI (Bagian 3)



2. PRODUKSI

A. Pengertian
1.        Produksi ialah setiap kegiatan yang bertujuan menambah atau menciptakan nilai suatu benda.
2.        Tujuan kegiatan produksi
a.          Mencari keuntungan atau memberi layanan pada masyarakat.
b.          Menjaga kontinuitas perusahaan
c.           Memenuhi kebutuhan masyarakat
Tujuan a dan b adalah tujuan dari badan usaha sedangkan tujuan c adalah tujuan umum.

B.  Faktor Produksi
Faktor produksi ialah segala sarana dan jasa yang dikombinasikan untuk melakukan produksi.
1.   Yang termasuk faktor produksi adalah :
a. Faktor produksi sumber daya alam meliputi tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh-tumbuhan, barang tambang.
b.   Faktor produksi sumber daya manusia
1.    Tenaga kerja jasmani adalah setiap kerja dari jasmani atau fisik yang disumbangkan untuk kegiatan produksi. Misalnya mengangkat, mencangkul, membungkus, merakit.
2.    Tenaga kerja rohani adalah setiap kegiatan yang bersifat rohani yang dapat disumbangkan untuk kegiatan produks. Contohnya ialah memimpin, mengarahkan, memotivasi.
Menurut kualitasnya tenaga kerja dibedakan atas
1)     Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang didapat dari hasil proses pendidikan. Contohnyaialah Insinyur, Akuntan, Dokter
2)     Tenaga kerja terampil ialah tenaga kerja yang mahir dibidangnya melalui latihan
3)     Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terampil adalah tenaga kerja tanpa pendidikan dan latihan.
c.   Faktor produksi sumber daya modal
  Modal menurut sifat
1)          Modal tetap adalah modal yang dapat digunakan berulang-ulang (dalam waktu lama) misalnya gedung dan peralatan.
2)          Modal lancar ialah modal yang habis dipakai dalam sekali proses produksi. Misalnya bahan mentah, pembungkus
  Modal menurut subyeknya
1)          Modal perorangan ialah modal yang pemilik dan hasilnya hanya untuk seseorang. Misalnya tabungan perorangan, mobil pribadi.
2)          Modal masyarakat adalah modal yang pemiliknya dan hasilnya untuk masyarakat. Contoh : PT Telkom, PT Kimia Farma, PT PLN.
  Modal menurut bentuk
1)          Modal sendiri ialah modal yang berasal dari badan usaha itu sendiri
2)          Modal asing ialah modal yang bersumber dari luar badan usaha. Contoh pinjam bank.
d.   Faktor produksi sumber daya pengusaha (kewirausahaan)
Sumber daya pengusaha bertugas mengkombinasikan faktor produksi untuk melakukan produksi. Guna memberdayakan kegiatan produksi, pengusaha harus melaksanakan fungsi manajemen, yaitu :
1)                   Perencanaan (planning)
2)                   Pengorganisasian (organizing)
3)                   Pengarahan (directing)
4)                   Pengendalian (controling)

C. Fungsi produksi ialah fungsi atau hubungan jumlah produk (keluaran) dengan totalitas faktor-faktor produksi yang digunakan. Secara matematis diuraikan :
P               = f (KA . TK . M . T)
P               = produk
KA             = kekayaan alam
TK             = tenaga kerja
M               = modal
T                = teknologi
Contohnya adalah produksi buku yang merupakan hasil dari input berupa:
1.    Kekayaan alam, seperti tanah, iklim, cuaca
2.    Tenaga kerja seperti karyawan bagian produksi, editor, penulis
3.    Modal seperti mesin, gedung, gudang
4.    Teknologi seperti teknik penjilidan, pemotongan dan pewarnaan.

D.  Peningkatan Produksi
1.    Peningkatan produksi dengan cara intensifikasi dilakukan dengan meningkatkan produksi atas faktor yang ada, misalnya dengan cara pemilihan bibit unggul, penyemprotan hama, dan pembuatan saluran irigasi.
2.    Peningkatan produksi dengan cara ekstensifikasi dilakukan dengan cara menambah faktor produksi. Di sektor pertanian peningkatan produksi ini dilakukan dengan penambahan lahan atau penambahan jumlah pohon.
3.    Hukum pertambahan hasil produksi yang samakin menurun (the law of dimishing marginal return) Peningkatan produksi bukan tanpa batas. Artinya peningkatan hasil produksi mula-mula bertambah terus dan akhirnya pertambahan menurun.

Produksi berhubungan dengan penambahan nilai atau pembentukan nilai guna barang dan jasa, nilai guna yang ditambahkan terutama menyangkut nilai guna bentuk (Utility of form) dan kegunaan tempat (Utility of place).

Seluruh kegiatan produksi yang dilakukan oleh rumah tangga produksi dapat dikelompokkan berdasarkan bidangnya sebagai berikut:
1)       Bidang Ekstraktif, yaitu produksi yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam seperti barang tambang, pengelolaan hasil hutan, pengelolaan hasil laut.
2)       Bidang Agraris, yaitu produksi yang berhubungan dengan pengolahan lagan seperti pertanian, perkebunan dan pengusahaan tambak.
3)       Bidang Industri, yaitu berhubungan dengan pengolahan bahan mentah menjadi bahan baku atau bahan baku menjadi barang jadi.
4)       Bidang Perdagangan, yaitu yang berhubungan dengan pemindahan pemilikan barang, dari produsen kepada konsumen atau dari penjual kepada pembeli.
5)       Bidang Jasa, yaitu yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat.

E.  Faktor-faktor Produksi dan Biaya Produksi
Faktor produksi adalah semua benda dan alat-alat yang digunakan untuk menghasilkan atau menambah nilai guna barang dan jasa. Dalam kegiatan produksi dilakukan pengkombinasian faktor-faktor produksi tersebut sehingga diperoleh hasil produksi atau produk. Faktor produksi itu adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal dan sumber daya pengusaha. Alam dan tenaga kerja tergolong faktor produksi asli, karena sudah tercipta sedemikian rupa, sedangkan sumber daya modal dan sumber daya pengusaha (Skill), tergolong faktor produksi turunan karena merupakan pengembangan yang berasal dari sumber daya alam dan sumber daya manusia (tenaga).

F. Perluasan Produksi
Perluasan produksi berarti usaha untuk meningkatkan hasil produksi baik kualitasnya maupun kuantitasnya. Perluasan produksi dapat ditempuh melalui dua cara yaitu dengan cara:
1.        Intensifikasi, yaitu dengan cara mengintensifkan kemampuan/kerja masing-masing faktor produksi sehingga produktivitasnya meningkat.
2.        Ekstensifikasi, yaitu dengan cara menambah jumlah faktor-faktor produksi. Misalnya, untuk meningkatkan produksi pada dengan menambah luas areal pertanian; meningkatkan produksi kain tenun dengan jalan menambah mesin-mesin dan atau tenaga kerja penenun.
 
G. Fungsi Produksi/Persamaan Produksi
Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan antara tingkat output dan tingkat (kombinasi) penggunaan input-input. Secara matematis fungsi produksi adalah:

Q = f(C, L, R, T)
Q   : Quantity (jumlah barang yang dihasilkan)
f     : Fungsi (symbol persamaan fungsional)
C   : Capital (modal atau sarana yang digunakan)
L    : Labour (tenaga kerja)
R   : Resources (sumber daya alam)
T    : technologi (teknologi dan kewirausahaan)
 
 
H. Teori Produksi
a.   Tahapan Produksi
Lapangan produksi tersebut dapat digolongkan menjadi 3 sektor produksi atau 3 tahapan produksi, yaitu:
1)       Sektor produksi primer meliputi bidang ekstraktif dan bidang agraris
2)       Sektor produksi sekunder meliputi bidang industry dan bidang perdagangan
3)       Sektor produksi tersier meliputi bidang jasa/pelayanan
b.   Faktor-faktor Produksi
1)       Faktor produksi asli (alam dan tenaga kerja)
2)       Faktor produksi turunan (modal dan penguasaan)
 
 
I.    Perilaku Produksi
Proses produksi dapat diartikan sebagai proses urutan kegiatan yang harus dilakukan dalam usaha untuk menghasilkan barang maupun jasa. Agar proses produksi mencapai titik optimum, maka diperlukan adanya peningkatan produktivitas dengan jalan menambah faktor-faktor produksi.

Akan tetapi menurut David Richardo penambahan faktor produksi tidak selalu dapat memberikan hasil sebanding, seperti yang digambarkan dalam “Hukum hasil lebih yang semakin berkurang” atau “The law of diminishing returns” yang berbunyi:
“Dengan suatu teknik tertentu, maka mulai titik tertentu penambahan faktor produksi tidak lagi memberikan penambahan hasil produksi yang sebanding.”

Atau dengan kata lain tambahan hasil lama kelamaan akan menurun, meskipun faktor produksi terus bertambah. Untuk jelasnya perhatikan tabel di bawah ini:

Contoh:
Tanah: 1Ha, Modal Rp.5.000.000,00
Pekerjaan
Hasil Total
(Total Product)
Tambahan Hasil
(Marginal Product)
1
20
10
2
21
11
3
34
13
4
42
8
5
46
4
6
48
2

Law of diminishing returns terjadi pada pekerja yang ke-4 dan seterusnya, yaitu setelah tercapai marginal product maksimum sebesar 13.
 
 
J. Produktivitas
Produktivitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan sejumlah barang dengan faktor produksi yang tersedia.
Produktivitas dapat ditingkatkan dengan cara sebagai berikut:
a.      Secara Ektensif : yaitu untuk meningkatkan jumlah produksi dengan cara menambah jumlah faktor produksinya.
b.      Secara intensif        : yaitu upaya untuk meningkatkan jumlah produksi dengan cara meningkatkan produktivitasnya setiap faktor produksi.
c.      Resionalisasi   : yaitu upaya untuk meningkatkan jumlah produksi dengan cara mengeluarkan kebijaksanaan yang rasional yang mengarah pada efisiensi produksi agar produktivitas optimal.
Rasionalisasi dapat ditempuh dengan jalan:
1)       Mekanisasi: yaitu dilakukan dengan mengganti alat-alat produksi dengan mesin-mesin/alat-alat yang serba modern.
2)       Standarisasi: yaitu dilakukan dengan membuat suatu standar/ukuran dalam hal mutu, bentuk, ukuran, dan lain-lain terhadap suatu produk tertentu.
3)       Spesialisasi/pembagian kerja
4)       Menempatkan pekerjaan pada tempat yang sebenarnya (the right man on the right place)

K.  Kurva Kemungkinan Produksi (Production Possibility Curve = PPC)
Kurva kemungkinan produksi adalah kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi maksimum output
yang dapat dilihat.

L.   Arus Kegiatan Ekonomi
1.  Arus Kegiatan Ekonomi yang Melibatkan 2 Pelaku Kegiatan Ekonomi
Aktivitas ekonomi seperti yang dikemukakan oleh Francois Quesney (1694-1774) dalam bukunya yang berjudul “Tableua Economique”, yang disebut sebagai “the Circular Flow of Economic Activity” yang artinya arus lingkungan kegiatan ekonomi yang meliputi arus barang dan arus uang.
Sehingga hubungan antara rumah tangga produksi dan rumah tangga konsumsi dalam kegiatan ekonomi dapat digambarkan sebagai berikut:

ARUS LINGKARAN KEGIATAN EKONOMI 
Keterangan:
1.     Aliran arus barang
2.     Aliran arus uang
3.     aliran pasar factor produksi/pasar input
4.     Aliran pasar hasil produksi/pasar barang
2.   Arus kegiatan ekonomi yang melibatkan 5 pelaku kegiatan ekonomi


M. Peran Konsumen dan Produsen
1. Peran Konsumen
b.        Sebagai pemakai barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen
c.        Sebagai penyedia faktor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan pengusaha)
d.        Dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam rangka melindungi konsumen
e.        Memperlancar peredaran atau perputaran barang dan jasa
f.          Dapat menaikkan harga faktor-faktor produksi, artinya dapat menaikkan harga sewa, upah, bunga dan laa
2.   Peran Produsen
a.        Sebagai penghasil barang atau jasa yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen
b.        Sebagai pemakai atau pengguna faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh konsumen
c.        Dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam rangka meningkatkan produksinya
d.        Memperlancar penyediaan barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen
e.        Dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga akan meningkatkan kemakmuran bangsa
f.          Sebagai pihak yang dapat meningkatkan inovasi-inovasi di bidang produksi barang atau jasa
g.        Melakukan pembayaran faktor-faktor produksi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


No comments:

Post a Comment