1.
JENIS-JENIS PENELITIAN
a . Penelitian ditinjau dari
tujuannya
1. Penelitian Eksploratif , artinya penelitian yang bertujuan
untuk menemukan atau mendapat kan suatu pe-ngetahuan baru atau menemukan
sesuatu yang sebelumnya belum ada
2. Penelitian Verivikatif, bertujuan untuk menguji kebenaran atau
menguji hasil suatu penelitian yang sudah dilakukan karena adanya data-data
atau kesimpulan yang diragukan kebenarannya
3.Penelitian
Development . , bertujuan untuk mengembangkan , memperluas dan menggali lebih
dalam suatu teori atau problematik keilmuan menjadi lebih dalam
b . Penelitian ditinjau
dari cara pembahasannya
1. Penelitian
Deskriptif , yaitu untuk melukiskan ,memaparkan,menuliskan melaporkan suatu
keadaan,obyek atau peristiwa tanpa menarik kesimpulan umum
2 .Penelitian
Inferensial, yaitu disamping melukiskan peristiwa juga menarik kesimpulan umum
dari masalah yang sedang dihadapi
c . Penelitian ditinjau
dari cara penerapannya atau pemakaiannya
1.
Penelitian Dasar /
Murni, yaitu bertujuan untuk menemukan suatu generalisasi / berusaha
menemukan menemukan teori-teori atau dalil-dalil yang berlaku umum
2.
Penelitian Terapan, diarahkan untuk kepentingan
praktis dibidang kehidupan sehari-hari Contoh; penelitian obat-obatan
tradisional.
d . Penelitian ditinjau
dari tempat pelaksanaannya
1.Penelitian Laboratorium, dilakukan dalam suatu tempat
khusus u n t u k mengadakan studi ilmiah dan kerja ilmiah
2.Penelitian Lapangan, dilakukan dalam kehidupan sebenarnya pada umumnya
bertujuan untuk memecah-kan masalah masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari
3.Penelitian Kepustakaan , bertujuan utk mengumpulkan data
dan informasi d engan bantuan macam –ma-cam materi yang terdapat diruang kepustakaan misalnya
buku-buku, majalah , nas kah,catatan kisah seja - rah, dokumen dll
e . Penelitian ditinjau
dari bidangnya
1. Penelitian bidang
alam, mempunyai obyek dunia riil materi atau dunia obyektif ,y ang
dicari adalah fakta dan pembuktian kenyataan yang dipergunakan metode deduktif
induktif ,mengi kuti eksperimen
3. Penelitian bidang
sosial , obyeknya adalah manusia dan fenomena-fenomena manusiawi atau
gejala- geja l a sosial. Titik beratnya adalah masalah efek atau pengaruh dan
kegunaan bagi manusia
Dalam ranah penelitian social dikenal
bentuk penelitian yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif
a. Penelitian kuantitatif , yaitu peneliti
mengumpulkan data yang dapat diukur dengan angka
Berbagai penelitian kuantitatif sbb
:
1.
Penelitian
eksploratif
Bertujuan untuk emgenali variable /aspek –aspek tertentu dari suatu
fenomena atau fakta yang ingin diketahui maknanya
2.
Penelitian
deskriptif
Untuk mendeskripsikan suatu fenomena yang sama seperti
pada penelitian dilakukan untuk menjelaskan hasil penelitian berupa angka
secara deskriptif
3.
Penelitian
eksplanatoris
Dilakukan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai alas an
suatu variable memiliki kecenderungan tertentu yang muncul sebagai akibat
adanya variabel bebas
4.
Penelitian Survei
Penelitian ini memiliki cirri khas
yang ditunjukkan dari jumlah sampel ( yang dijadikan sasaran pengamatan)
cukup besar dan cara pengumpulan datanya
dikalukan dengan menggunakan perangkat kuesioner
5.
Penelitian eksperimen
Bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab antar
variable dengan cara melakukan control langsung terhadap factor penyebab
6.
Penelitian komparatif
Bertujuan membandingkan dua variable
atau lebih
7.
Penelitian Korelasional
Bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variasi –variasi pada suatu factor
berkaitan dengan variasi lain pada satu factor atau lebih
b. Penelitian kualitatif, yaitu
penyajian dan analisis data dilakukan secara naratif
1.
Penelitian
deskriptif
Dilakukan untuk memberikan gambaran
yang lebih detail dari suatu fenomena secara naratif
2.
Penelitian studi kasus
Dipelajari secara intensif tentang latar belakang suatu
masalah atau kasus serta interaksi yang bersifat apa adanya
3.
Penelitian historis
Merupakan sebuah proses pengumpulan
dan penafsiran gejala yang muncul pada masa lampau
2. RANCANGAN PENELITIAN SOSIAL
a. Pengertian Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian adalah pokok –pokok perencanaan seluruh
penelitian yang tertuang dalam suatu kesatuan naskah secara ringkas , jelas dan
utuh
b. Manfaat rancangan penelitian
1.
Memberi
pegangan yang jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitian
2.
Menentukan
batas –batas penelitian yang berhubungan
dengan tujuan penelitian
3.
Memberikan gambaran tentang tahap
yang harus dilakukan dan kesulitan – kesulitan yang akan diha-dapi saat penelitian
3. MENENTUKAN TOPIK ATAU MASALAH
PENELITIAN
Topik merupakan pokok permasalahan
dari suatu penelitian
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan
masalah penelitian
a.
Masalah
penelitian harus menarik dan perlu
Factor ketertarikan mendorong
peneliti agar bersemangat melaksanakan penelitian
b.
Data dapat
diperoleh dan penelitian dapat dilaksanakan.
c.
Sesuai dengan
kemampuan dan keinginan peneliti
c. Hasil-hasil penelitian bermanfaat
d. Masalah penelitian merupakan
sesuatu yang baru ( bukan duplikat )
4. POPULASI DAN SAMPEL
a. Populasi , sampel ,Sumber Data
Dalam
penelitian dikenal subyek penelitian , yang merupakan sasaran dalam penelitian
atau sumber
data dalam penelitian. Bila cakupan subyek penelitian
sangat luas, maka perlu ditetapkan dulu jumlah populasinya,kemudian dipilih
sampel yang akan mewakili populasi t ersebut
1)
Populasi
Adalah
merupakan sekumpulan unit-unit elementer, atau hal yang menjadi sumber
pengambilan sampel yang memenuhi syarat tertentu berkaitan dengan masalah
penelitian.
atau kelompok besar yang menjadi
sasaran generalisasi
2)
Sampel
Adalah kelompok kecil sasaran
pengamatan /penelitian.
Atau merupakan bagian dari populasi yang diambil dan
dipergunakan untuk penelitian yang sifat dan karakteristiknya dapat mewakili
populasi sebagai subyek penelitian.
Contoh Populasi dan
sampel
A Populasi : Semua remaja Indonesia
yang berusia 12-19 tahun
A Sampel : Siswa SMP dan SMA di kota Pekalongan yang
pernah terlibat tawuran massal Penarikan sampel dapat dilakukan dengan beberapa
cara sbb:
a. Sampel Acak Sederhana ( Random )
Yaitu setiap subyek penelitian
memiliki kemungkinan yang sama untuk menjadi sampel penelitian
caranya dengan melalui
undian
b. Sampel Stratifikasi (
bertingkat )
D iambil dengan cara membagi
populasi atas kelas-kelas atau tingkat.Anggota setiap sampel diambil
dari setiap kelas tersebut
sehingga setiap kelas terwakili .
Contoh :
Seorang peneliti ingin
mengetahui pend a pat mahasiswa sosiologi di seluruh Universitas
mengenai susunan
kurikulum SMA untuk pelajaran sosiologi. Populasi terdiri dari mahasiswa semua
tingkatan,maka
pengambilan sampel dapat dilakukan dengan sistim bertingkat atau berstrata
yaitu mulai dari
mahasiswa tingkat I hingga tingkat IV, dan sampel tersebut mewakili tiap
tingkatan
c . Sampel Kelompok (
Cluster )
Yaitu populasi dibagi atas
kelompok menurut area atau cluster, dengan anggota yang tidak perlu
homogen . Pada umumnya
sample cluster hanya digunakan untuk populasi yang cukup besar
d. Sampel Kuota
Yaitu dilakukan dengan cara
menentukan stratanya ( kelas atau golongan yang berupa tingkat / lapisan )
terlebih dahulu menurut sifat-sifat yang dianggap memiliki pengaruh paling
dominan te r-hadap variabel yang sering diteliti, kemudian jumlah anggota
setiap lapisan tersebut ditentukan berdasarkan kuota ( jatah )
e.
Sampel bertujuan
(purposive sampling ).
Yaitu merupakan cara pengambilan sampel dengan
tujuan tertentu atau alasan tertentu Misalnya : alasan waktu dan dana terbat as
f.
Sampel Seimbang ( Proporsional sampling )
Cara pengambilan sampel dari sub – sub populasi
yang besarnya seimbang dengan memperhitungkan jumlah sub populasi
g.
Sampel Wilayah ( Area sampling )
Pengambilan sampel dengan
cara membagi sampel berdasarkan wilayah ( area )
h.
Sampel kebetulan ( Incidental sampling )
Pengambilan sampel secara kebetulan . Peneliti
memilih sampel yang kebetulan ditemuinya pada suatu tempat dan waktu melalui
cara yang telah ditentukan
3). Jenis-jenis Data.
Data adalah informasi mengenai keadaan sesuatu
hal yang diperoleh melalui proses pengukuran.
Sumber data adalah responden,
benda mati, benda hidup dan catatan
Data dalam sebuah penelitian
dapat dibedakan menjadi beberapa macam sbb:
a) Berdasarkan Cara Memperolehnya
[ Data primer ; data yang diperoleh dari sumber pertama
Seperti data-data yang
diperoleh peneliti dari wawancara,angket , observasi, dan tes
[ Data Sekunder, yaitu d
ata yang diperoleh secara tidak langsung dari sumber lain
Seperti data dari Biro
Pusat Statistik, selain itu sumber-sumber kepustakaan,ma jalah , surat kabar
dan juga arsip, dokumen dan catatan
b) Berdasarkan sifatnya
[ Data
Kuantitatif, data yang dinyatakan dalam bentuk bilangan atau angka yang hasinya
da-pat diolah dan dianalisis dengan menggunakan tekhnik – tekhnik
statistik Seperti ; Luas lahan pertanian 10.000 hektar,anak putus sekolah 20
orang
[ Data
Kualitatif, data-data yang tidak dinyatakan dalam bentuk angka , tetapi lebih
banyak menggunakan deskripsi, ungkapan atau makna –makna tertentu
yang harus diungkap peneliti Seperti data tentang status perkawinan, jenis
kelamin,kelas sosial dll
c) Berdasarkan Sumbernya
[ Data Intern, data yang
dikumpulkan sendiri dan untuk keperluan sendiri
[ Data Ekstern, yaitu data
yang dikumpulkan oleh orang atau badan lain,yaitu bisa digunakan untuk keperluan sendiri atau untuk diselidiki
oleh pihak lain baik perorangan atau kelompok
Syarat-syarat data dalam penelitian
R Seobyektif mungkin, maksudnya harus sesuai
dengan keadaan yang ada
R Harus bisa mewakili populasi penelitian
R Harus tepat waktu atau berlaku pada saat digunakan
4. PENGUMPULAN
DATA
Pengumpulan data dalam penelitian dapat dilakukan dengan
menggunakan beberapa tekhnik:
a. OBSERVASI
Adalah merupakan aktivitas penelitian dalam
rangka mengumpulkan data yang berkaitan d en g a n masalah masalah penelitian
melalui proses pengamatan langsung di lapangan
Menurut keberadaan pengamat
di lapangan , observasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
1). Pengamatan Terlibat (
Observasi Partisipasi )
Yaitu observasi yang
dilakukan pengamat dengan cara melibatkan diri kedalam lingkungan
obyek pengamatan
Contoh
: Seorang peneliti ingin mengetahui tentang pola hidup masyarakat Tengger maka
untuk mengetahui hal ini peneliti dapat melakukan observasi partisipasi, yaitu
hidup bersama dengan masya-rakat Tengger selama jangka waktu tertentu.
2).Pengamatan tidak
terlibat ( Observasi Non Partisipasi )
Yaitu peneliti tidak melibatkan diri secara langsung kedalam obyek
pengamatan,tetapi tetap bisa memperoleh gambaran mengenai obyeknya
Contoh : Seorang
peneliti ingin mengamati tentang pola perilaku pengamen anak-anak disebuah
terminal. Dalam proses pengamatan,peneliti tidak harus berperilaku atau menjadi
bagian dari pengamen tersebut, namun cukup dengan cara mengamati pola perilaku
, kesibukan mereka dari jarak tertentu
K elebihan dan Kelemahan Observasi
1) Ke lebihan
8 Terdapat kemungkinan untuk
mencatat hal- hal, perilaku, pertumbuhan dll sewaktu kejadian tsb
masih berlaku.
8
Dapat diperoleh data dari subyek baik yang tidak dapat maupun tak
mau berkomunikasi secara verbal misalnya perilaku bayi
8
Obyek penelitian yang selalu sibuk lebih senang diteliti melalui
observasi daripada di beri angket atau wawancara
8 Memungkinkan pencatatan
serempak terhadap berbagai gejala karena dibantu oleh ob server atau alat lain
2) Kelemahan
8 Diperlukan waktu yang lama
untuk memperoleh hasil observasi langsung terhadap sua atu kejadian
8 Observasi terhadap suatu
fenomena yang memiki rentang waktu lama tidak dapat dila kukan secara
langsung, misalnya sejarah kehidupan bayi sampai mati
8 Ada beberapa kegiatan yang
datanya tidak mungkin diperoleh melalui observasi .
Misalnya : rahasia orang,
pertengkaran suami istri
8 Jika obyek observasi
menyadari dirinya sedang diamati , maka ia cenderung untuk ber kelakuan sesuai
yang diharapkan pengamat
dapat terganggu atau bahkan berhenti
b. WAWANCARA
Adalah proses memperoleh
keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab
sambil bertatap muka antara
si peneliti dengan obyek penelitian
Dalam wawancara ada dua
pihak yang terlibat yaitu
A Interviewer( Pewawancara ), yaitu o rang yang mewawancarai /pihak pewawancara
A Interviewee( Terwawancara), yaitu orang yang diwawancarai
Secara fisik pedoman
wawancara ada 2 yaitu :
P
Wawancara Berstruktur , yaitu pedoman wawancara yang disusun secara rinci
sehingga menyeru-pai chek list, pewawancara tinggal membubuhkan tanda cek ( P )
pada nomor y an g sesuai
. P
Wawancara tidak berstruktur , yaitu pedoman wawancara
yang hanya memuat garis besar
pertanyaan
Ke lebihan dan kelemahan
wawancara
1) Ke lebihan
8 Merupakan salah satu t
ekhnik terbaik untuk mendapatkan data pribadi
8 Tidak terbatas pada tingkat
pendidikan tertentu asal responden dapat berbicara d en g a n baik
8 Dapat dijadikan pelengkap
tekhnik pengu m pulan data lainnya
8 Sebagai penguji terhadap
data yang didapat dengan tekhnik pengumpul lainnya
8 Dapat diperoleh keterangan
secara mendalam
8 Informasi yang diinginkan
dapat diperoleh dengan tepat
8 Dapat dipastikan bahwa
jawaban dari responden
8 Dapat berusaha agar
pertanyaan benar –benar dipahami responden
8 Cara –cara bertanya lebih fleksibel
8 Pewawancara yang sensitive
dapat menilai gerak –gerik , nada dan suara
serta air muka responden
2). Kelemahan
8 Responden harus mampu
bicara dengan jelas dan benar, orang yang bisu tidak dapat diwawancarai
8 Waktu, biaya dan tenaga
yang digunakan tidak efisien
8 Sangat tergantung pada
kesediaan responden
8 Proses wawancara sangat m
udah dipengaruhi oleh keadaan yang terjadi pada saat wawancara
8 Untuk obyek yang luas
diperlukan pewawancara yang banyak jumlahnya
8 Kondisi si pewawancara tidak
selalu stabil dalam menghadapi berbagai orang secara berturut-turut
8 Belum ada sistem yang baku
mengenai mencatat hasil wawancara
c. ANGKET/ KUESIONER ( DAFTAR PERTANYAAN )
Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang
digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang
pribadinya atau hal-hal lain yang ia ketahui.
Ke lebihan dan kelemahan
Angket
1) Ke lebihan
8 Tidak
memerlukan hadirnya peneliti
8 Dapat dibagikan secara serentak kepada
responden
8 Dapat
dijawab oleh responden menurut kesempatan dan waktu yang tersedia
8 Responden
tidak malu-malu dan dapat menjawab setiap pertanyaan dengan jujur
8 Bersifat
standar sehingga semua responden mendapat pertanyaan yang sama ( homogen )
2) Kelemahan
8 Metode angket hanya bisa digunakan
apabila respondennya dapat membaca dan menulis
8 Responden
mempunyai pengetahuan ,kemampuan dan kesediaan untuk menjawab
8 Responden
sering tidak teliti dalam menjawab pertanyaan
8 Seringkali
sukar dicari validitasnya ( tingkat kepercayaannya )
8 Kadang-kadang
responden dengan sengaja memberikan jawaban yang tidak benar
8 Jika dikirim
dengan pos sering tidak kembali
8 Waktu
pengembaliannya tidak dapat serempak
5. ANALISIS ( PENGOLAHAN
) DATA
Pengolahan data adalah salah satu kegiatan dalam
penelitian yang bertujuan untuk mengolah data-data yang diperoleh dari lapangan
agar mudah dibaca dan dipahami.
Tahap-tahap pengolahan data meliputi
:
a.
Editing
b.
Koding
c.
Tabulasi
Data
d.
Menganalisis
data
e.
Generalisasi
dan kesimpulan
a. Editing
Adalah memeriksa kembali data yang kita peroleh untuk
memastikan kesempurnaan pengisian dari setiap instrumen pengumpulan data
Tujuan Editing :
a.
Untuk memperbaiki kualitas data
b.
Untuk menghilangkan keragu-raguan.
b. Koding
Adalah
memberi kode-kode pada jawaban dilembar quesioner atau memberikan symbol berupa
angka
pada
jawaban responden Contoh lembar quesioner
S Apakah
program studi anda kolom
/ kode
a. IPA 1
b IPS 2
c. Bahasa 3
Jawaban dimasukkan ke dalam kolom
kode
c. Tabulasi Data
Adalah Proses pengolahan data yang dilakukan dengan cara
memasukkan data ke dalam tabel. Tabulasi data dapat dilakukan
melalui:
a.
Tabulasi Langsung, artinya data
langsung ditabulasi dari angket ke dalam tabel y an g sudah dipersiapkan tanpa
perantara lainnya
b.
Tabulasi lembaran kode ( Code
Sheet ), tabulasi dengan lembaran kode dapat dikerjakan dengan menggunakan
computer
d. Pengolahan Data
Pengolahan data secara statistik
pada dasarnya suatu cara mengolah data kuantitatif sedemikian rupa sehingga
data penelitian tersebut mempunyai arti
Pengolahan data melalui tekhnik statistik dapat dilakukan
dengan berbagai cara :
1).Distribusi Frekuensi
Frekuensi adalah jumlah pemunculan data dalam sekelompok data
sedangkan tabel distribusi frekuensi adalah tabel dimana data mentah diatur
dalam kelas berdasarkan frekuensinya. Contoh : Kita memperoleh data nilai
bidang studi sosiologi untuk 50 siswa sbb
7
|
9
|
5
|
7
|
5
|
5
|
4
|
7
|
6
|
7
|
4
|
6
|
5
|
6
|
6
|
6
|
7
|
7
|
2
|
7
|
3
|
8
|
9
|
5
|
8
|
3
|
7
|
8
|
6
|
7
|
7
|
6
|
8
|
5
|
4
|
9
|
6
|
6
|
7
|
7
|
6
|
4
|
5
|
6
|
3
|
6
|
2
|
6
|
3
|
5
|
Agar data tersebut bisa dipahami
maka perlu disusun secara berurutan menurut distribusi frekuensinya seperti
tabel sbb :
Nilai
|
TALLIS
|
Frekuensi ( f )
|
2
|
ll
|
2
|
3
|
llll
|
4
|
4
|
llll
|
4
|
5
|
llll lll
|
8
|
6
|
llll llll lll
|
13
|
7
|
llll llll ll
|
12
|
8
|
llll
|
4
|
9
|
lll
|
3
|
|
Jumlah
|
50
|
2). Ukuran Pemusatan ( Tendensi Sentral )
Selain penyusunan data dengan table distribusi frekuensi
,data dapat pula kita susun dengan mencari suatu bilangan yang mewakili
keseluruhan satuan data tersebut.
Bilangan yang mewakili keseluruhan
satuan data disebut tendensi sentral.
Ukuran tendensi sentral yang sering
digunakan adalah Mean ( rerata ), modus, dan median
a. Mean ( Rerata Hitung )
Adalah nilai rata- rata dari sekumpulan data mentah yang
ada.
Mean merupakan hasil bagi antara
jumlah seluruh nilai dengan jumlah unit yang diamati
Apabila nilai data tunggal ada yang
frekuensinya ( f) lebih dari
satu dengan menggunakan rumus
Keterangan :
M
= Mean x = bilangan
berturut-turut atau data
=
jumlah n = banyaknya
subyek (unit bilangan )
f = frekuensi
Contoh :
x
|
f
|
fx
|
8
|
4
|
32
|
7
|
6
|
42
|
6
|
10
|
60
|
5
|
8
|
40
|
4
|
2
|
8
|
|
30
|
182
|
fx = 182 n
= 30
fx 182
M = --- = --- = 6,07
n 30
8 Rata-rata (
rerata ) data kelompok, umumnya sama dengan rerata data tunggal.
b. Modus
Adalah merupakan ukuran
pemusatan yang menunjukkan frekuensi terbesar pada suatu perangkat data atau
nilai data yang memiliki frekuensi tertinggi dalam suatu distribusi
Contoh : data nilai
sosiologi siswa kelas XII IPS.1
Nilai Siswa
|
Frekuensi
|
8
|
10
|
7
|
20
|
6
|
4
|
5
|
2
|
4
|
3
|
3
|
1
|
Dari data nilai sosiologi kelas XII
IPS.1 modusnya adalah nilai 7,karena memiliki frekuensi tertinggi yaitu 20
8 Untuk data yang berbentuk interval
,digunakan rumus sbb
f1 f2
Mo = L + --------------------- x i atau Mo = U - ----------------------------- x i
f1 + f2 f1
+ f2
Keterangan
Mo = Modus
L = Batas bawah nyata interval kelas yang
mengandung modus
f1 = Selisih frekuensi kelas modus
dengan frekuensi kelas sebelumnya
f2 = Selisih frekuensi kelas modus
dengan frekuensi kelas sesudahnya
i = Besarnya kelas interval
U = Batas
atas nyata interval kelas yang mengandung modus
c. Median
Adalah nilai tengah
dalam sebuah kelompok nilai yang sudah diurutkan atau suatu nilai yang
membagi data-data yang
telah diurutkan dke dalam dua bagian yang sama besar.
Diurutkan maksudnya kelompok nilai
tersebut disusun berdasarkan urutan nilai terkecil hingga terbesar atau
sebaliknya.
Cara mencari median adalah sbb :
1.
Apabila banyaknya anggota kelompok nilai itu ganjil ,maka nilai mediannya adalah nilai yang
terletak ditengah- tengah urutan tersebut
Contoh:
Skor
prestasi 5 orang mahasiswa adalah 4,5,6,7,8 maka mediannya adalah 6
2.
Apabila banyaknya anggota kelompok nilai itu genap, maka mediannya adalah jumlah
dua anggota yang terletak
ditengah-tengah urutan nilai tersebut dibagi dua
Contoh:
Skor
prestasi 6 orang mahasiswa adalah 6,9,8,5,7,4 diurutkan 4,5,6,7,8,9 maka me
diannya
adalah 6
+ 7 = 13
= 6,5
2 2
3.
Untuk data tunggal dengan frekuensi lebih dari satu , maka mediannya adalah Seperti
contoh pada tabel dibawah ini :
Contoh : Distribusi Frekuensi Nilai siswa
Nilai
|
Frekuensi
|
Frekuensi kumulatif
|
2
|
2
|
2
|
3
|
4
|
6
|
4
|
4
|
10
|
5
|
8
|
18
|
6
|
13
|
31
|
7
|
12
|
43
|
8
|
4
|
47
|
9
|
3
|
50
|
Dari daftar distribusi frekuensi tersebut banyaknya data
adalah n = 50 ( genap ) , sehingga Median data tersebut merupakan jumlah nilai
data ke 25 dan ke 26 di bagi 2.
Dari data tersebut data ke 25 dan ke 26 berturut – turut adalah 6 dan 6 sehingga
nilai Mediannya adalah Me = 6 + 6 = 6
4. Nilai median untuk data kelompok
interval kelas menggunakan rumus sbb :
1/2
n - fk
Me = L + x i

Keterangan
L = Batas bawah nyata interval kelas yang
mengandung median
fk = Frekuensi kumulatif kelas sebelum median
n = Banyaknya
data
i = Besarnya
interval kelas
fme = frekuensi nilai yang mengandung
median
6. LAPORAN PENELITIAN
Agar hasil penelitian bermanfaat untuk orang lain atau
masyarakat perlu dikomunikasikan secara tertulis dalam bentuk laporan
penelitian.
Laporan adalah suatu cara komunikasi
dimana penulis menyampaikn inf o r m asi kepada sese orang atau suatu badan
karena tanggung jawab yang diembannya
A. SYARAT-SYARAT PENULISAN LAPORAN
1)
Penulis
harus tahu betul kepada siapa laporan ditujukan
2)
Langkah demi
langkah dalam penulisan harus dikemukakan secara jelas ( sistematis )
3)
Mudah dicerna
oleh setiap pembaca laporan penelitian
4)
Laporan
harus bersifat ilmiah,jelas dan meyakinkan
5)
Menggunakan
bahasa yang komunikatif, baik dan benar
B . BAGIAN – BAGIAN
LAPORAN PENELITIAN
Dalam penulisan suatu laporan penelitian diperlukan suatu
format atau kerangka penulisan y an g dapat menjadi patokan bagi penulis.
Berikut adalah format atau kerangka penulisan laporan pe nelitian yang umum nya
dipergunakan oleh para peneliti sosial.
1) Bagian Awal Laporan
Bagian awal laporan berisi tentang :
a. Halaman judul ,merupakan kulit dari sebuah
laporan penelitian yang dicantumkan secara jelas dan menonjol
b. Abstrak , merupakan
gambaran singkat tentang isi keseluruhan laporan penelitian
c. Kata Pengantar, pada kata pengantar disajikan
pernyataan tentang tujuan penulisan,masa-lah-masalah yang dihadapi,siapa yang
diberi bantuan serta ucapan terima kasih
d.
Daftar
isi , diperlukan agar pembaca mengetahui bagian-bagian yang terdapat
dalam - laporan dan dapat melihat hubungan yang terjadi antara satu bagian
dengan bagian lain.
e.
Daftar tabel, memuat
daftar tabel-tabel yang terdapat dalam laporan penelitian tersebut
f. Daftar gambar / ilustrasi/ Diagram
2) Badan Laporan
( bagian Inti /teks ) Badan laporan terdiri atas :
a.
Pendahuluan , membahas mengenai : P Permasalahan
P Rumusan
permasalahan
P Tujuan
penelitian
P Pembatasan istilah P Manfaat penelitian
P Pembatasan istilah P Manfaat penelitian
a. Kerangka Teoritis, atau tinjauan
pustaka terdiri dari :
P Penemuan yang lalu
P Teori yang mendasari
P Ringkasan dan kerangka
berpikir
P Hipotesis
b. Metodologi Penelitian
,ada beberapa hal yang dibahas dalam metodologi penelitian
meliputi ;
P Pemilihan subyek ( populasi, sampel, dan
tekhnik sampling )
P Desain dan pendekatan
P Pengumpulan Data
c. Pelaksanaan penelitian, menjelaskan hal-hal yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian
antara lain :
P Pengolahan dan analisis data
P Validasi instrument
P Pengumpulan dan penyajian data
P Analisis Data
P Hasil analisis
d. Hasil Penelitian dan Pembahasan , mengenai beberapa hal yang meliputi :
P Hasil penelitian, bagian ini merupakan
bagian terpenting bagi pembaca ,sebab disini
akan diketahui apa yang dapat dipelajari dari
penelitian tersebut dan bagaimana hu-
bungan antara penemuan dengan asalah-masalah
penelitian yang telah dirumuskan. P Pembahasan
P Diskusi
e. Kesimpulan dan saran, meliputi :
P Kesimpulan, membahas tentang :
a, Memuat dari segala hal yang telah
diuraikan dalam bab yang mendahului nya
b. Memperhatikan
mengenai pelaksanaan ,hubungan dan akibat atau hasil dari segenap uraia uraian
yang mendahuluinya
P Saran – saran
a.
Dibuat dengan singkat ,jelas dan padat
b.
Dibuat berdasarkan usaha –usaha tertentu dalam pemecahan masalah yg belum terpecahkan
3 ) Bagian akhir ( penutup )
Bagian akhir ( penutup )
meliputi hal-hal sebagai berikut :
a.
Lampiran,
berisi antara lain :
P Kuesioner ( angket )
P Interview guide ( pedoman wawancara )
P Perhitungan statistik dan analisa data
P Surat-surat yang dianggap penting dalam
proses penelitian
b.
Indeks,
adalah petunjuk yang berisi daftar kata-kata
kunci dan istilah penting ,yang disusun
menurut abjad dan dapat digunakan untuk
menelusuri topik yang berhubungan di dalam seluruh bagian laporan penelitian
c.
Daftar
Pustaka, memuat karya tulis berupa buku,laporan
penelitian,artikel,ensiklopedi yang

C. FUNGSI LAPORAN PENELITIAN
a.
Bagi peneliti
Laporan penelitian dapat menjadi bukti bahwa peneliti
telah menemukan sesuatu . Melalui laporan pene-litian dapat untuk menunjukkan
hak temuannya agar di kenal oleh banyak pihak dan menjadikan hasil temuannya
lebih bermakna
b.
Bagi Ilmuwan
Laporan penelitiaan bermanfaat
sebagai sarana untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan
c, Bagi Pemerintah , birokrat dan pengambil keputusan
Laporan
penelitian bermanfaat untuk penentuan kebijakan sehingga daya dukung kebijakan
itu cukup kuat
d. Bagi Masyarakat luas
Laporan
penelitian menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih sempurna dan semakin
mudah
No comments:
Post a Comment