Labels

Wednesday, January 25, 2017

NILAI , NORMA DAN SOSIALISASI



1. Jenis Nilai
a. Menurut Notonagoro

Nilai Material, yaitu segala sesuatu yang dimanfaatkan sebagai kebutuhan fisik bagi

manusia.

Contoh : pakaian, air , makanan

Nilai Vital, yaitu segala yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan dan

aktivitas

Contoh : Buku dan alat tulis bagi seorang pelajar

Nilai Kerohanian / Spiritual, yaitu segala yang berguna untuk memenuhi kebutuhan rohani.

Meliputi :

1.      Nilai kebenaran/logis -, bersumber pada akal manusia

2.      Nilai religius/agama -, bersumber dari keyakinan dan mutlak

3.      Nilai moral/etika /kebaikan -, bersumber pada kehendak/kemauan manusia

4.      Nilai keindahan/estetika -, bersumber dari unsur rasa manusia

b. Berdasarkan Cirinya

Nilai mendarah daging

Nilai yang sudah menyatu dalam pribadi seseorang, sehingga sikap dan perilakunya sesuai

dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.

Nilai Dominan

Yaitu nilai-nilai yang diutamakan/ dianggap lebih penting daripada nilai-nilai yang lain.

Ciri-ciri nilai dominant :

1.      Dianut oleh sebagian besar masyarakat

2.      Dianut dalam kurun waktu yang panjang

3.      Punya pengaruh kuat dalam kehidupan social

4.      Disusun, dan dibentuk dengan perjuangan dan dipertahankan secara gigih.

5.      Dirumuskan oleh orang yang punya prestasi tinggi

Nilai instrumental

Nilai yang bersifat bersifat lentur terhadap adanya hukum dan biasanya terdapat dalam kelompok primer yang anggota memiliki rasa empati satu dengan yang lain

c. Berdasarkan Penerapannya

Nilai sosial -, nilai yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Contoh : solidaritas, gotong royong, toleransi, musyawarah Nilai Kesusilaan -, nilai yang berkaitan dengan sopan santun

2. Fungsi Nilai

a.       Sebagai petunjuk arah untuk bersikap dan bertindak Contoh : nilai persatuan dan kesatuan, gotong royong

b.      Sebagai acuan dan sumber motivasi Contoh : Nilai IPTEK, IMTAQ

c.       Sebagai benteng perlindungan bagi eksistensi suatu masyarakat Contoh : Nilai Pancasila

d.      Sebagai tolok ukur terhadap hal-hal yang bersifat etis

e.       Sebagai pemandu & pengontrol bagi sikap & tindakan manusia

f.        Sebagai alat pemersatu anggota masyarakat

3. Jenis Norma

  • Norma Umum - Aturan yang berfungsi secara universal bagi semua lapisan masyarakat. Sifatnya langgeng dan sulit digantikan.
    • Norma moral-, aturan yang berkaitan dengan akhlak dan kesusilaan. bersumber pada ajaran agama, adat istiadat, filsafat, dan nilai-nilai kemanusiaan. 
    • Norma kesopanan , peraturan social yang mengarah pada hal –hal yang berkenaan dengan cara bertingkah laku yang wajar 
    • Norma hukum-, hukum formal yang berlaku bagi seluruh warga negara di negara tertentu. Norma kelaziman-, norma tertentu yang telah lazim berlaku bagi setiap warga masyarakat.
    • Norma agama



    • Norma Khusus

  • Pranata keluarga dan kekerabatan-* aturan dalam tatacara kehidupan keluarga dankekerabatan.
  • Pranata pendidikan-* aturan dalam tatacara penyelengaraan pendidikan
  • Pranata ekonomi-* aturan dalam tatacara kegiatan perekonomian
  • Pranata politik-* aturan dalam tatacara kehidupan berbangsa dan bernegara
  • Pranata agama-* aturan dalam tatacara beribadah kepada Tuhan dan berinteraksi dengansesama makhluk sesuai ajarannya.
  • Pranata ilmiah-* aturan dalam tatacara mencari kebenaran ilmiah atau mengembangkan teori berdasarkan metodologi ilpeng.
  • Pranata keindahan dan rekreasi-* aturan yang digunakan dalam usaha memenuhi kebutuhan keindahan dan rekreasi
  • Pranata fisik/somatic-* aturan yang digunakan untuk pemeliharaan fisik dan kenyamanan hidup manusia.

Jenis norma berdasarkan tingkatan/daya ikat

a.       Usage/cara

Daya ikat lemah, sanksi berupa celaan/hinaan

Contoh : makan sambil bersendawa dan makan sambil berdiri

b.      Folkways/kebiasaan

Perbuatan yang di ulang – ulang ,daya ikat agak kuat, sanksi berupa gunjingan, dan teguran Contoh : mengetuk pintu ketika masuk , patuh pada orang tua, member dengan tangan kanan

c.       Mores/tata kelakuan

Daya ikat cukup kuat, sanksi berupa kutukan atau dikucilkan Contoh : Larangan berzina .

d.      Custom/adat

Daya ikat sangat kuat dan menjadi system nilai budaya yang dipedomani oleh semua warga masyarakat.

Sanksi berupa kutukan atau dikucilkan, dipermalukan dan membayar denda.

Contoh : hukum adat di desa Panglipuran bali yang melarang seseorang memiliki istri lebih dari satu,apabila sesorang melanggar ,ia akan dikenai sanksi pengucilan ditempat khusus

e.       Laws ( Hukum )

Merupakan sekumpulan aturan tertulis dalam masyarakat yang berisi ketentuan, perintah dan

larangan agar tercipta suatu keadilan . Pelanggaran terhadap hukum akan diberi sanksi

Menurut Hassan Sadilly ada 3 kode sosial, antara lain :

c. Kode Etik

Merupakan aturan yang berkaitan dengan kesopanan atau kesusilaan dimana sanksi pelanggaran berupa cibiran/cemoohan yang menyebabkan ketidaksenangan orang lain.

d. Kode Moral

Merupakan aturan yang berkaitan dengan tatacara berperilaku, yang mana sanksi pelanggaran berupa hukuman ganti rugi, denda dan penjara serta menyebabkan kerugian bagi orang lain.

e. Kode Agama

Merupakan aturan yang berkaitan dengan tatacara berperilaku yang dituangkan dan dituntunkan dalam ajaran agama / kitab suci, dan sanksinya dosa.

4. Fungsi Norma

a.       Sebagai tolok ukur terhadap perbuatan yang bersifat etis

b.      Untuk menjaga kelestarian nilai-nilai dalam masyarakat

c.       Sebagai alat pengendalian sosial

d.      Mengatur kehidupan bersama agar tertib dan teratur

5. Keteraturan Sosial

Adalah suatu kondisi yang menunjukkan hubungan sosial berjalan secara tertib dan teratur menurut nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat

Unsur – unsur keteraturan sosial

a. Tertib sosial

Merupakan kondisi masyarakat yang di dalamnya terjadi hubungan yang selaras antara tindakan

anggota masyarakat dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Ciri-ciri tertib sosial :

Adanya kerjasama yang berlangsung dalam suasana menyenangkan

Adanya sistem nilai dan norma yang jelas

Anggota masyarakat mengetahui dan memahami norma dan nilai sosial yang berlaku.



b.    Order

Suatu system norma dan nilai yang diakui dan dipatuhi oleh warga masyarakat. Order akan tercapai bila tertib sosial dapat dipertahankan keberadaannya.

Contoh : peraturan tentang disiplin dan peraturan masa belajar.

c.    Keajegan

Suatu keadaan yang menunjukkan kondisi keteraturan social yang tetap dan berlangsung secara terus menerus. Dapat tercapai apabila order yang ada tetap konsisten dan terpelihara.

Contoh : tiap pagi siswa ke sekolah dengan seragam, mengikuti pelajaran atau kegiatan di sekolah.

d.    P ola

Corak hubungan sosial yang tetap dalam berinteraksi sosial.

Terbentuk cukup lama dan berulang-ulang.

Muncul menjadi mode yang tetap untuk dicontoh.

Contoh : pola penggunaan waktu / jadwal kegiatan ruti dari pagi - sore

6.   Fungsi Sosialisasi

Sosialisasi merupakan proses pemelajaran nilai dan norma social untuk membentuk perilaku dan kepribadian individu dalam masyarakat

Adapun fungsi sosialisasi adalah :

a.       Membentuk pola perilaku dan kepribadian individu berdasarkan kaidah nilai dan norma suatu masyarakat

b.       Menjaga keteraturan hidup dalam masyarakat atas keragaman pola tingkah laku berdasarkan nilai dan norma yang diajarkan

c.       Menjaga integrasi kelompok dalam masyarakat

7. Tujuan Sosialisasi

a.       Memberikan ketrampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan seseorang untuk melangsungkan kehidupannya ditengahtengah masyarakat

b.       Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuan untuk membaca , menulis dan bercerita.

c.       Membantu seseorang mengendalikan fungsi fungsi organik melalui latihan mawas diri .

d.       Menanamkan kepada seseorang nilai dan kepercayaan pokok yang ada dalam masyarakat

8. Tahap Sosialisasi

Menurut George Herbert Mead sosialisasi yang dilakukan seseorang melalui tahap tahap :

a.       Tahap persiapan ( Preparatory Stage )

Dialami anak sejak manusia dilahirkan ,saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya . Pada masa ini anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna

b.       Tahap Meniru ( Play Stage )

Ditandai semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran peran yang dilakukan orang dewasa

c.       Tahap siap bertindak ( Game Stage )

Yaitu peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran

d.       Tahap penerimaan norma kolektif ( Generalized stage)

Yaitu seorang anak dianggap telah dewasa , dia sudah mulai menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas

9. Macam-macam Sosialisasi Ditinjau dari bentuknya

a.       Sosialisasi primer, merupakan bentuk sosialisasi pertama yang diterima oleh individu dilingkungan keluarga

b.       Sosialisasi sekunder, memperkenalkan individu ke dalam lingkungan di luar keluarganya seperti sekolah , lingkungan bermain , media massa atau lingkungan kerja

Ditinjau dari polanya

a.       Sosialisasi represif , merupakan bentuk sosialisasi yang menekankan pada pemberian hadiah ( reward ) dan hukuman ( punishment )

b.       Sosialisasi partisipatoris , bentuk sosialisasi yang dilakukan dengan mengutamakan partisipasi anak


Tipe sosialisasi

a.       Sosialisasi formal, melalui lembaga yang berwenang melalui ketentuan yang berlaku dalam Negara seperti pendidikan sekolah dan pendidikan militer

b.       Sosialisasi informal , terdapat di dalam masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan seperti antar teman, sesame anggota club, kelompok social yang ada dalam masyarakat

10. Media/agen Sosialisasi

a.       Keluarga

Merupakan kelompok primer yang memiliki intensitas tinggi untuk megawasi perilaku anggota keluarganya secara maksimal

Orang tua berperan mendidik anak agar kehadirannya dapat diterima oleh masyarakat Sosialisasi diberikan oleh orang tua kepada anak agar membentuk cirri khas kepribadiannya

Sosialisasi sering bersifat otoriter / memaksa anak untuk mematuhi nilai dan norma sosial

b.       Kelompok bermain

Dilakukan antar teman sebaya maupun tidak sebaya

Terjadi secara ekualitas ( hubungan sosialisasi yang sederajat )

Hubungan pertemanan yang tidak sebaya tetap dapat membentuk hubungan yang sederajat

Kelompok bermain ikut menentukan cara berperilaku anggota kelompoknya

Menjadi bagian dari subkultur yang dapat memberikan pengaruh positif atau negatif

c.       Sekolah

Berperan dalam proses sosialisasi sekunder

Melibatkan interaksi yang tidak sederajat ( antara guru dengan murid ) dan interaksi yang

sederajat ( murid dengan murid )

Cakupan sosialisasi lebih luas

Berorientasi untuk mempersiapkan penguasaan peran siswa pada masa mendatang

Menanamkan nilai kedisiplinan yang lebih tinggi dan mutlak

d.       Lingkungan kerja

Diutamakan untuk mencapai kesuksesan dan keunggulan hasil kerja

Sosialisasi tahap lanjut setelah memasuki masa dewasa

Adaptasi dalam proses sosialisasi lingkungan kerja dilakukan berdasarkan tuntutan

system

Intensitas sosialisasi tertinggi dilakukan antar kolega

e.       Media massa

Dilakukan untuk menghadapi masyarakat luas

Pesan sosialisasi lebih bersifat umum

Diperlukan peran serta masyarakat untuk bersikap selektif terhadap informasi yang akan

diserap oleh anak

Sosialisasi mengikuti segala bentuk perkembangan dan perubahan sosial yang bersifat

universal

Berperan penting untuk menyampaikan nilai dan norma untuk menghadapi masyarakat

yang heterogen



No comments:

Post a Comment