1. Jenis Nilai
a. Menurut Notonagoro
Nilai Material, yaitu segala sesuatu
yang dimanfaatkan sebagai kebutuhan fisik bagi
manusia.
Contoh : pakaian, air , makanan
Nilai Vital, yaitu segala yang
berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan dan
aktivitas
Contoh : Buku dan alat tulis bagi seorang pelajar
Nilai Kerohanian / Spiritual, yaitu segala yang berguna
untuk memenuhi kebutuhan rohani.
Meliputi :
1.
Nilai
kebenaran/logis -, bersumber pada akal manusia
2.
Nilai
religius/agama -, bersumber dari keyakinan dan mutlak
3.
Nilai
moral/etika /kebaikan -, bersumber pada kehendak/kemauan manusia
4.
Nilai
keindahan/estetika -, bersumber dari unsur rasa manusia
b. Berdasarkan Cirinya
Nilai mendarah daging
Nilai yang sudah menyatu dalam
pribadi seseorang, sehingga sikap dan perilakunya sesuai
dengan nilai-nilai yang dijunjung
tinggi oleh masyarakat.
Nilai Dominan
Yaitu nilai-nilai yang diutamakan/
dianggap lebih penting daripada nilai-nilai yang lain.
Ciri-ciri nilai dominant :
1.
Dianut oleh
sebagian besar masyarakat
2.
Dianut dalam kurun waktu yang
panjang
3.
Punya
pengaruh kuat dalam kehidupan social
4.
Disusun, dan
dibentuk dengan perjuangan dan dipertahankan secara gigih.
5.
Dirumuskan oleh orang yang punya
prestasi tinggi
Nilai instrumental
Nilai yang bersifat bersifat lentur terhadap adanya hukum
dan biasanya terdapat dalam kelompok primer yang anggota memiliki rasa empati
satu dengan yang lain
c. Berdasarkan Penerapannya
Nilai sosial -, nilai yang terdapat dalam kehidupan
masyarakat Contoh : solidaritas, gotong royong, toleransi, musyawarah Nilai
Kesusilaan -, nilai yang berkaitan dengan sopan santun
2. Fungsi Nilai
a.
Sebagai petunjuk arah untuk
bersikap dan bertindak Contoh : nilai persatuan dan kesatuan, gotong royong
b.
Sebagai acuan dan sumber motivasi
Contoh : Nilai IPTEK, IMTAQ
c.
Sebagai benteng perlindungan bagi
eksistensi suatu masyarakat Contoh : Nilai Pancasila
d.
Sebagai
tolok ukur terhadap hal-hal yang bersifat etis
e.
Sebagai pemandu & pengontrol
bagi sikap & tindakan manusia
f.
Sebagai alat
pemersatu anggota masyarakat
3. Jenis Norma
- Norma Umum - Aturan yang berfungsi secara universal bagi semua lapisan masyarakat. Sifatnya langgeng dan sulit digantikan.
- Norma moral-, aturan yang berkaitan dengan akhlak dan kesusilaan. bersumber pada ajaran agama, adat istiadat, filsafat, dan nilai-nilai kemanusiaan.
- Norma kesopanan , peraturan social yang mengarah pada hal –hal yang berkenaan dengan cara bertingkah laku yang wajar
- Norma hukum-, hukum formal yang berlaku bagi seluruh warga negara di negara tertentu. Norma kelaziman-, norma tertentu yang telah lazim berlaku bagi setiap warga masyarakat.
- Norma agama
- Norma Khusus
- Pranata keluarga dan kekerabatan-* aturan dalam tatacara kehidupan keluarga dankekerabatan.
- Pranata pendidikan-* aturan dalam tatacara penyelengaraan pendidikan
- Pranata ekonomi-* aturan dalam tatacara kegiatan perekonomian
- Pranata politik-* aturan dalam tatacara kehidupan berbangsa dan bernegara
- Pranata agama-* aturan dalam tatacara beribadah kepada Tuhan dan berinteraksi dengansesama makhluk sesuai ajarannya.
- Pranata ilmiah-* aturan dalam tatacara mencari kebenaran ilmiah atau mengembangkan teori berdasarkan metodologi ilpeng.
- Pranata keindahan dan rekreasi-* aturan yang digunakan dalam usaha memenuhi kebutuhan keindahan dan rekreasi
- Pranata fisik/somatic-* aturan yang digunakan untuk pemeliharaan fisik dan kenyamanan hidup manusia.
Jenis norma berdasarkan
tingkatan/daya ikat
a.
Usage/cara
Daya ikat lemah, sanksi berupa
celaan/hinaan
Contoh : makan sambil bersendawa dan
makan sambil berdiri
b.
Folkways/kebiasaan
Perbuatan
yang di ulang – ulang ,daya ikat agak kuat, sanksi berupa gunjingan, dan
teguran Contoh : mengetuk pintu ketika masuk , patuh pada orang tua, member
dengan tangan kanan
c.
Mores/tata kelakuan
Daya ikat cukup kuat, sanksi berupa kutukan atau
dikucilkan Contoh : Larangan berzina .
d.
Custom/adat
Daya
ikat sangat kuat dan menjadi system nilai budaya yang dipedomani oleh semua
warga masyarakat.
Sanksi berupa kutukan atau
dikucilkan, dipermalukan dan membayar denda.
Contoh : hukum adat di desa Panglipuran bali yang
melarang seseorang memiliki istri lebih dari satu,apabila sesorang melanggar
,ia akan dikenai sanksi pengucilan ditempat khusus
e.
Laws (
Hukum )
Merupakan sekumpulan aturan tertulis
dalam masyarakat yang berisi ketentuan, perintah dan
larangan agar tercipta suatu
keadilan . Pelanggaran terhadap hukum akan diberi sanksi
Menurut Hassan Sadilly ada 3 kode sosial, antara lain :
c. Kode Etik
Merupakan aturan yang berkaitan dengan kesopanan atau
kesusilaan dimana sanksi pelanggaran berupa cibiran/cemoohan yang menyebabkan
ketidaksenangan orang lain.
d. Kode Moral
Merupakan aturan yang berkaitan dengan tatacara
berperilaku, yang mana sanksi pelanggaran berupa hukuman ganti rugi, denda dan
penjara serta menyebabkan kerugian bagi orang lain.
e. Kode Agama
Merupakan
aturan yang berkaitan dengan tatacara berperilaku yang dituangkan dan
dituntunkan dalam ajaran agama / kitab suci, dan sanksinya dosa.
4. Fungsi Norma
a.
Sebagai
tolok ukur terhadap perbuatan yang bersifat etis
b.
Untuk menjaga
kelestarian nilai-nilai dalam masyarakat
c.
Sebagai alat
pengendalian sosial
d.
Mengatur
kehidupan bersama agar tertib dan teratur
5. Keteraturan Sosial
Adalah suatu kondisi yang menunjukkan hubungan sosial
berjalan secara tertib dan teratur menurut nilai dan norma yang berlaku dalam
masyarakat
Unsur – unsur keteraturan sosial
a. Tertib sosial
Merupakan kondisi masyarakat yang di
dalamnya terjadi hubungan yang selaras antara tindakan
anggota masyarakat dengan nilai dan
norma yang berlaku dalam masyarakat. Ciri-ciri tertib sosial :
Adanya kerjasama yang berlangsung
dalam suasana menyenangkan
Adanya sistem nilai dan norma yang
jelas
Anggota masyarakat mengetahui dan
memahami norma dan nilai sosial yang berlaku.
b.
Order
Suatu system norma dan nilai yang diakui dan
dipatuhi oleh warga masyarakat. Order akan tercapai bila tertib sosial dapat
dipertahankan keberadaannya.
Contoh : peraturan tentang
disiplin dan peraturan masa belajar.
c.
Keajegan
Suatu keadaan yang menunjukkan kondisi
keteraturan social yang tetap dan berlangsung secara terus menerus. Dapat
tercapai apabila order yang ada tetap konsisten dan terpelihara.
Contoh : tiap pagi siswa ke sekolah dengan
seragam, mengikuti pelajaran atau kegiatan di sekolah.
d.
P ola
Corak hubungan sosial yang
tetap dalam berinteraksi sosial.
Terbentuk cukup lama dan
berulang-ulang.
Muncul menjadi mode yang
tetap untuk dicontoh.
Contoh : pola penggunaan
waktu / jadwal kegiatan ruti dari pagi - sore
6. Fungsi Sosialisasi
Sosialisasi merupakan proses pemelajaran nilai
dan norma social untuk membentuk perilaku dan kepribadian individu dalam
masyarakat
Adapun fungsi sosialisasi
adalah :
a.
Membentuk pola
perilaku dan kepribadian individu berdasarkan kaidah nilai dan norma suatu
masyarakat
b.
Menjaga
keteraturan hidup dalam masyarakat atas keragaman pola tingkah laku berdasarkan
nilai dan norma yang diajarkan
c.
Menjaga integrasi kelompok dalam masyarakat
7. Tujuan Sosialisasi
a.
Memberikan
ketrampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan seseorang untuk melangsungkan
kehidupannya ditengah–tengah masyarakat
b.
Mengembangkan
kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan
kemampuan untuk membaca , menulis dan bercerita.
c.
Membantu seseorang mengendalikan fungsi – fungsi organik melalui latihan mawas diri .
d.
Menanamkan kepada seseorang nilai dan kepercayaan pokok yang ada dalam
masyarakat
8. Tahap Sosialisasi
Menurut George Herbert Mead
sosialisasi yang dilakukan seseorang melalui tahap – tahap :
a.
Tahap persiapan ( Preparatory Stage )
Dialami anak sejak manusia dilahirkan ,saat
seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya . Pada masa ini
anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna
b.
Tahap Meniru ( Play Stage )
Ditandai semakin
sempurnanya seorang anak menirukan peran –peran yang dilakukan orang dewasa
c.
Tahap siap bertindak ( Game Stage )
Yaitu peniruan yang dilakukan sudah mulai
berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri
dengan penuh kesadaran
d.
Tahap penerimaan norma kolektif ( Generalized stage)
Yaitu seorang anak dianggap telah dewasa , dia sudah mulai
menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas
9. Macam-macam
Sosialisasi Ditinjau dari bentuknya
a.
Sosialisasi
primer, merupakan bentuk sosialisasi pertama yang diterima oleh individu
dilingkungan keluarga
b.
Sosialisasi
sekunder, memperkenalkan individu ke dalam lingkungan di luar keluarganya
seperti sekolah , lingkungan bermain , media massa atau lingkungan kerja
Ditinjau dari polanya
a.
Sosialisasi
represif , merupakan bentuk sosialisasi yang menekankan pada pemberian hadiah (
reward ) dan hukuman ( punishment )
b.
Sosialisasi partisipatoris , bentuk sosialisasi yang dilakukan dengan
mengutamakan partisipasi anak
Tipe sosialisasi
a.
Sosialisasi
formal, melalui lembaga yang berwenang melalui ketentuan yang berlaku dalam
Negara seperti pendidikan sekolah dan pendidikan militer
b.
Sosialisasi
informal , terdapat di dalam masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat
kekeluargaan seperti antar teman, sesame anggota club, kelompok social yang ada
dalam masyarakat
10. Media/agen Sosialisasi
a.
Keluarga
Merupakan kelompok primer yang memiliki
intensitas tinggi untuk megawasi perilaku anggota keluarganya secara maksimal
Orang tua berperan mendidik
anak agar kehadirannya dapat diterima oleh masyarakat Sosialisasi diberikan
oleh orang tua kepada anak agar membentuk cirri khas kepribadiannya
Sosialisasi sering bersifat
otoriter / memaksa anak untuk mematuhi nilai dan norma sosial
b.
Kelompok bermain
Dilakukan antar teman sebaya
maupun tidak sebaya
Terjadi secara ekualitas (
hubungan sosialisasi yang sederajat )
Hubungan pertemanan yang
tidak sebaya tetap dapat membentuk hubungan yang sederajat
Kelompok bermain ikut
menentukan cara berperilaku anggota kelompoknya
Menjadi bagian dari
subkultur yang dapat memberikan pengaruh positif atau negatif
c.
Sekolah
Berperan dalam proses
sosialisasi sekunder
Melibatkan interaksi yang
tidak sederajat ( antara guru dengan murid ) dan interaksi yang
sederajat ( murid dengan
murid )
Cakupan sosialisasi lebih
luas
Berorientasi untuk
mempersiapkan penguasaan peran siswa pada masa mendatang
Menanamkan nilai
kedisiplinan yang lebih tinggi dan mutlak
d.
Lingkungan kerja
Diutamakan untuk mencapai
kesuksesan dan keunggulan hasil kerja
Sosialisasi tahap lanjut
setelah memasuki masa dewasa
Adaptasi dalam proses
sosialisasi lingkungan kerja dilakukan berdasarkan tuntutan
system
Intensitas sosialisasi
tertinggi dilakukan antar kolega
e.
Media massa
Dilakukan untuk menghadapi
masyarakat luas
Pesan sosialisasi lebih
bersifat umum
Diperlukan peran serta
masyarakat untuk bersikap selektif terhadap informasi yang akan
diserap oleh anak
Sosialisasi mengikuti segala
bentuk perkembangan dan perubahan sosial yang bersifat
universal
Berperan penting untuk
menyampaikan nilai dan norma untuk menghadapi masyarakat
yang heterogen
No comments:
Post a Comment