Labels

Thursday, August 28, 2014

Bangunan Megalithikum: hasil Pada Masa Bercocok Tanam

a. Dolmen

Gambar Dolmen
Bangunan ini oleh penduduk setempat disebut “makam Cina”. Dolmen dipergunakan sebagai peti mayat. Kecuali sebagai peti mayat, dolmen juga dipergunakan semacam meja, tempat untuk meletekkan sesaji. Bangunan ini ditemukan di daerah Bodowoso, Jawa Timur.


b. Menhir

Gambar Menhir


Menhir adalah tugu dari batu tunggal atau batu tegak yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang. Menhir ada yang berdiri dalam satu kelompok. Bangunan ini ditemukan di daerah Pasemah, Sumatera Selatan.






 
 
 
 
 
 
 
 
c. Kubur Peti Batu

Gambar Kubur Peti Batu
Kubur batu yang berupa peti batu yang terdiri dari papan- papan batu yang lepas, yaitu dua sisi panjang, dua sisi lebar, lantai batu, dan diberi penutup dari batu pula. Berbeda dengan sarkofagus yang terbuat dari batu utuh menyerupai lesung batu yang diberi tutup. Sedang kubur batu ini dibuat dari papan batu yang disusun berbentuk peti. Bangunan ini ditemukan di daerah Kuningan, Jawa Barat; Sulawesi tengah; dan Sulawesi Utara.


 
 
 
d. Sarkofagus

Gambar Sarkofagus
Sarkofagus seperti juga dolmen adalah sebagai peti mayat dari batu. Di dalamnya ditemukan tulang-tulang manusia bersama dengan bekal kuburnya periuk-periuk, beliung persegi, perhiasan dari perunggu dan besi. Di Bali sarkofagus dianggap sebagai benda keramat. Sarkofagus adalah peti mayat dari batu (batu padas) berbentuk seperti lesung yang tertutup. Sarkofagus di Bali pada umumnya berukuran kecil (antara 80-140 cm) dan ada pula beberapa yang berukuran besar yaitu lebih dari 2 meter. Bangunan ini ditemukan di Bali.




e. Punden Berundak

Gambar Punden Berundak

Punden berundak merupakan tempat pemujaan. Biasanya pada punden berundak ini didirikan menhir. Bangunan megalitik ini merupakan susunan batu yang berundak- undak. Bangunan ini ditemukan di Lebak, Sibedug, dan Banten Selatan.




 
 
 
 
f. Arca Megalitik

Arca Megalitik
Arca-arca megalitik menggambarkan manusia dan binatang. Binatang-binatang yang digambarkan adalah berupa gajah, kerbau, harimau, dan monyet. Arca-Arca di daerah Sumatera Selatan menurut anggapan Von Heine Geldern bersifat “dinamik” dan “statik”. Bahan batu untuk membuat arca dipilih menurut bentuk-bentuk patung yang akan dipahat, kemudian bentuk patung yang akan dipahat disesuaikan dengan bentuk asli batunya. Sebagian besar patung yang menggambarkan manusia berbentuk orang laki-laki dan kepalanya memakai tutup kepala yang menyerupai topi baja, matanya bulat, menonjol dengan dahi yang menjorok, seperti tampang orang negroid, memakai hiasan gelang pada tangan dan kalung, serta membawa pedang pendek yang tampak menyerupai golok lurus atau belati runcing dan tergantung pada pinggangnya. Bagian kaki tertutup oleh pembalut kaki. Bangunan ini ditemukan di Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

No comments:

Post a Comment