Labels

Wednesday, January 25, 2017

INDUSTRI

Industri adalah suatu proses produksi yang mengolah barang mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi.

 

A. Klasifikasi Industri
  • Berdasarkan modal dan tenaga kerja 
    • Industri rumah tangga: modal kecil, tenaga kerja dari keluarga atau < 4 orang.
    • Industri kecil: modal > industri rumah tangga, tenaga kerja 5 – 9 orang.
    • Industri sedang: modal > industri kecil, tenaga kerja 20 – 99 orang.
    • Industri besar: modal besar, tenaga kerja > 100 orang, teknologi modern.
  • Berdasarkan bahan baku 
    • Industri ekstraktif: bahan baku langsung dari alam.
    • Industri non ekstraktif: bahan baku tidak didapat langsung dari alam/perantara/industri lain.
    • Industri fasilitatif: penjual jasa.
  • Berdasarkan proses produksi
    • Industri hulu: barang mentah -3 barang 1/2 jadi.
    • Industri hilir: barang 1/2 jadi -3 barang jadi.

 

B. Orientasi Industri
1. Berorientasi pada bahan baku: bahan baku mudah rusak, berat, dan biaya angkut mahal.

2. Berorientasi pada tenaga kerja: upah, ketersedia-an, kualitas, usia produktif, fasilitas, dan undang-undang.

3. Berorientasi pada pasar: hasil produksi lebih be-rat/besar dari bahan baku, bahan baku yang digu-nakan mahal dan awet.

 

C. Faktor Penentu Lokasi Industri
1. Ketersediaan bahan baku
2. Jarak dengan konsumen dan biaya angkut
3. Modal dan tenaga kerja
4. Sarana transportasi
5. Kondisi ekonomi dan teknologi
6.Kemiringan lereng
7.Iklim dan ketersediaan air
8.Peraturan pemerintah

 

D. Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI)
1.WPPI Sumatera bag. utara: potensi sumber alam.
2.WPPI Sumatera bag. selatan: potensi ekonomi batu bara, minyak bumi, timah. 3.WPPI Jawa dan Bali: pasar yang baik, tenaga kerja terampil, sumber energi, pertanian maju.
4.WPPI Kalimantan bag. timur: potensi gas dan batu bara.
5.WPPI Sulawesi: potensi pertanian, perikanan, nikel, aspal, kapur, kayu.
6.WPPI Kalimantan Barat dan Batam: potensi hasil laut, gas alam, letak strategis.
7.WPPI Indonesia Timur bag. selatan: potensi SDA, budaya.
8.WPPI Indonesia Timur bag. utara: potensi hutan, mineral dan hasil laut.


 

E. Kawasan Berikat dan Relokasi Industri
Kawasan berikat (bounded zone) adalah kawasan dengan batas tertentu dalam wilayah pabean yang di dalamnya diberlakukan peraturan khusus di bidang pabean yaitu tanpa terlebih dahulu dikenakan bea cukai atau pungutan negara lainnya sampai barang tersebut dikeluarkan untuk ekspor, impor maupun re-ekspor.


Relokasi industri adalah pemindahan industri dari negara maju ke negara berkembang yang sifatnya saling menguntungkan.

 

 Manfaat Relokasi

1. Bagi negara maju

a) Lebih dekat dengan bahan baku dan konsumen/pemasaran

b) Upah yang rendah

c) Mengurangi polusi (tanah, air, udara)

2. Bagi negara berkembang

a) Kesempatan kerja

b) Alih teknologi

c) Berkembangnya industri penunjang dan industri penyedia bahan baku.

 

 Dampak Industri

1. Dampak positif

a) Berkembangnya kawasan tempat industri berdiri

b) Membuka lapangan kerja

c) Kehidupan ekonomi meningkat

d) Pembangunan sarana dan prasarana

e) Meningkatkan devisa negara

2. Dampak negatif

a) Penyempitan lahan pertanian

b) Polusi akibat limbah industri Migrasi besar-besaran

BIOSFER

Biosfer adalah tempat tinggal organisme, dalam hal ini hewan dan tumbuhan.

 

A. Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna
1. Iklim, meliputi: suhu, curah hujan, kelembapan dan angin.

2. Edafik (tanah).

3. Fisiografi/relief/bentang lahan.

4. Biotik.



B. Persebaran Flora dan Fauna Dunia
1. Flora

  • Gurun, contoh: Gurun Sahara di Afrika, Gurun Nevada di Amerika Serikat.
  • Padang rumput/grassland, tersebar di Australia, Amerika Selatan, Afrika.
  • Tundra/padang lumut, tersebar di Amerika Utara, Siberia, Eropa Utara.
  • Hutan hujan/rainforest, tersebar di Indonesia, Malaysia, Amerika Selatan. o Taiga, tersebar di Erasia, Amerika Utara.

2. Fauna

  • Kawasan Australis: Australia, Selandia Baru, Indonesia bagian timur. Contoh: kanguru, kasuari, hewan berkantung.
  • Kawasan Neotropik: Amerika Selatan, Amerika Tengah. Contoh: kera, tapir.
  • Kawasan Paleartik: Eropa, Asia, Afrika. Contoh: sapi, kambing, robin.
  • Kawasan Ethiopia: selatan Gurun Sahara, Madagaskar. Contoh: jerapah, zebra, kuda nil, badak.
  • Kawasan Oriental/Asiatik: India, Sri Lanka, Indocina, Indonesia. Contoh: gajah, harimau, orang utan.
  • Kawasan Neartik: Amerika Utara. Contoh: kelelawar, tupai, tikus berkantung.


C. Persebaran Flora dan Fauna Indonesia
1. Flora

  • Flora Sumatera–Kalimantan: didominasi hutan hujan tropis.
  • Flora Jawa–Bali: hutan hujan tropis, hutan mangrove, hutan musim, sabana.
  • Flora Wallacea (daerah peralihan): hutan campuran, hutan pegunungan, sabana.
  • Flora Irian Jaya: flora khas Eucaliptus.
2. Fauna
  • Fauna Asiatik/oriental/wilayah barat: memiliki kesamaan dengan fauna Asiatik. Contoh: harimau, gajah, badak.
  • Fauna Wallacea/peralihan/wilayah tengah: campuran Asiatik dan Australis, terdapat fauna endemik. Contoh: komodo, anoa, babi rusa, maleo. 
  • Fauna Australian/wilayah timur: memiliki kesamaan dengan fauna Australis. Contoh: cenderawasih, kasuari, binatang berkantung.

LAPISAN ATMOSFER BUMI

Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti/ menyelubungi bumi/planet lain.

1. Troposfer
  • Lapisan paling bawah dengan ketinggian 0 – 8km (kutub) dan 0 – 16 km (katulistiwa).
  • Tempat terjadinya proses cuaca.
  • Semakin ke atas suhu semakin turun.
2. Stratosfer
  • Pada ketinggian 15 – 50 km.
  • Terdapat lapisan ozon (O3).
3. Mesosfer
  • Pada ketinggian 50 – 85 km.
  • Suhu mencapai 100o C sehingga meteor-meteor terbakar.
4. Termosfer
  • Pada ketinggian 85 – 500 km.
  • Terdapat lapisan ionosfer yang memantulkan gelombang radio.
5. Eksosfer
  • Lapisan terluar dengan ketinggian > 500 km.

PEDOSFER






Tanah merupakan hasil dari proses pelapukan batuan baik secara organik maupun nonorganik.


- Tekstur tanah: kasar halus tanah (perbandingan partikel debu, lempung/liat, dan pasir yang terkandung).


- Struktur tanah: ikatan butir-butir tanah.


- Permeabilitas tanah: kemampuan tanah untuk meloloskan air. 


- Lengas tanah: tingkat kelembapan tanah dalam keadaan kering.


- pH tanah: derajat keasaman tanah.
  • Basa: pH lebih dari 7.
  • Asam: pH kurang dari 7.
  • Netral: pH = 7.


- Erosi: pengikisan lapisan tanah. 


A. Faktor Pembentuk Tanah

1. Iklim (sinar matahari dan hujan, perbedaan temperatur)

2. Organisme (cacing, akar tumbuhan)

3. Bahan induk

4. Topografi/relief

5. Waktu



B. Jenis Tanah

1. Tanah aluvial: berasal dari endapan lumpur yang terbawa oleh sungai.

2. Tanah karts/kapur: berasal dari endapan batu kapur.

3. Tanah laterit: banyak mengandung besi dan aluminium.

4. Tanah podzolit: mengandung kuarsa.

5. Tanah humus: berasal dari pembusukan tumbuh-an.

6. Tanah tuff: berasal dari abu vulkanik.

7. Tanah gambut: berasal dari sisa-sisa tanaman dan binatang mati yang bercampur.


C. Profil Tanah

1. Horizon O: lapisan bahan organik.

2. Horizon A: tanah mengalami pencucian.

3. Horizon B: tanah mengalami penimbunan.

4. Horizon C: lapisan bahan induk.

5. Horizon P: lapisan batuan induk. 


Hasil gambar untuk PROFIL TANAH

HIDROSFER

Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di bumi (padat, cair, dan gas).

 

A. Siklus Hidrologi
  1. Siklus pendek (kecil): air laut menguap -3 berkon-densasi -3 awan -3 hujan di laut.
  2. Siklus sedang: air laut menguap -3 berkondensasi -3 awan -3 hujan di darat.
  3. Siklus panjang (besar): air laut menguap -3 sublimasi -3 kristal-kristal es -3 hujan salju.

Hasil gambar untuk 3 siklus hidrologi


 

B. Perairan Darat
1. Air tanah 

Terdapat pada lapisan-lapisan tanah (di dalam pori-pori atau celah batuan). 
Dibedakan menjadi:
  1. Air tanah dangkal (freatik): di atas lapisan kedap air (impermeabel).
  2. Air tanah dalam (artesis): di antara dua lapisan kedap air (impermeabel).

2. Air permukaan

a) Sungai: tempat mengalirnya air di darat menuju lautan. Berdasarkan sumber airnya: sungai hujan, sungai gletser, sungai campuran. 
  • Berdasarkan arah alirannya: 
    1. Sungai konsekuen: searah kemiringan lereng. 
    2. Sungai subsekuen: tegak lurus dengan sungai konsekuen. 
    3. Sungai obsekuen: berlawanan arah dengan sungai konsekuen. 
    4. Sungai resekuen: searah dengan konsekuen. 
    5. Sungai insekuen: tidak beraturan.
Hasil gambar untuk jenis sungai

  • Berdasarkan aliran sungainya: 
    1. Pola radial: sentrifugal (meninggalkan pusat /di daerah gunung, perbukitan), sentripetal (mendatangi pusat/di daerah basin, lembah). 
    2. Pola dendririk: di daratan/pantai. 
    3. Pola trellis/sirip ikan: di pegunungan lipatan. 
    4. Pola anular: membentuk lingkaran, di daerah dome. 
    5. Pola pinnate: muara lancip. 
    6. Pola rectangular: aliran sungai 90o, di daerah patahan. 
Hasil gambar untuk jenis sungai

  • Berdasarkan tipenya: 
    1. Sungai anteseden: penerobosan sungai dan mengalami pengangkatan. 
    2. Sungai epigenetik: penerobosan sungai dan mengalami penurunan. 
    3. Sungai meander: berbelok-belok.
  • Berdasarkan keadaan airnya: 
    1. sungai musim-an/periodik/ephimeral, sungai permanen.

b) Danau: cekungan yang digenangi air.

  1. Danau tektonik: terbentuk oleh peristiwa tektonik. Contoh: Danau Singkarak, Danau Towuti (Sulawesi). 
  2. Danau vulkanik: terbentuk oleh letusan gunung berapi. Contoh: Danau Merdada (Dieng), Danau Batur (Bali). 
  3. Danau tektovulkanik: terbentuk oleh tenaga tektonik dan vulkanik. Contoh: Danau Toba.
  4. Danau karst: di daerah kapur.
  5. Danau glasial: terbentuk oleh erosi es/ gletser. 
  6. Danau buatan: bendungan.




 

C. Perairan Laut
  • Pantai: daratan yang berbatasan dengan laut.
  • Ombak: gerakan air laut akibat tiupan angin di permukaan laut.
  • Arus: gerakan air laut dengan arah teratur dan tetap.

1. Jenis laut

a) Berdasarkan proses terjadinya :

  • Laut transgresi: daratan digenangi air laut (laut dangkal). Contoh: L. Jawa, L. Arafuru. 
  • Laut ingresi: penurunan dasar laut (tenaga tektonik). Contoh: L. Karibia, L. Banda, L. Sulawesi.
  • Laut regresi: penyempitan laut.

b) Berdasarkan kedalamannya :

  • Zona litoral: daerah pasang-surut. 
  • Zona neritis: kedalaman 200 m, banyak terdapat ikan, cahaya bisa menembus. Zona batial: 200 – 2000 m. 
  • Zona abisal: > 2000 m, termasuk lubuk laut dan palung laut.

c) Berdasarkan letaknya :

  • Laut tepi: perbatasan benua dan samudera. Contoh : L. Jepang. 
  • Laut tengah: di antara dua benua. Contoh: L. Tengah, L. Merah. 
  • Laut dalam/pedalaman: dikelilingi daratan. Contoh: L. Hitam, L. Mati. 

2. Wilayah laut suatu negara
  • Laut teritorial: 12 mil dari garis pantai.
  • Laut nusantara: di antara pulau.
  • Laut kontinen: kedalaman 200 m. 
  • Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE): 200 mil dari pulau terluar.

BENTUK GUNUNG API

1. Berdasarkan sifat erupsinya
a) Gunung api perisai 

  • Sangat landai seperti perisai 
  • Lava yang dikeluarkan sangat cair 
  • Tekanan gas rendah 
  • Dapur magma dangkal 
  • Magma keluar secara efusif/meleleh Contoh: G. Kilanea, G. Mauna Loa, G. Mauna Kea (Kep. Hawaii)

b) Gunung api maar

  • Letusan hanya sekali 
  • Material letusan membentuk tanggul di sekitar kepundan sehingga terbentuk danau 
  • Bersifat eksplosif
Contoh: Ranu Klakah (lereng G. Lamongan), Danau Eifel (Perancis)

 

c) Gunung api strato
  • Berbentuk kerucut, badannya berlapis 
  • Letusan dan lelehan silih berganti 
  • Material hasil erupsi tertimbun di sekitar kepundan 
  • Paling banyak di dunia dan Indonesia

Hasil gambar untuk gunung api perisai 



2. Berdasarkan tipe letusan
a) Tipe hawaii

  • Letusan berupa letupan dan lelehan 
  • Dapur magma dangkal 
  • Tekanan gas rendah dan lava cair

b) Tipe stromboli 

  • Letusan berupa letupan dan lelehan 
  • Tekanan gas sedang 
  • Meletus secara periodik 
  • Mengeluarkan lava disertai bom dan lapili Contoh: G. Raung (Jatim), G. Stromboli

c) Tipe vulkano 

  • Vulkano lemah: tekanan gas sedang, dapur magma dangkal, letusan mengeluarkan material padat. Contoh: G. Bromo, G. Semeru  
  • Vulkano kuat: tekanan gas tinggi, dapur magma dalam, letusan kuat.

d) Tipe merapi 
  • Letusan berupa hembusan gas 
  • Lava kental 
  • Dapur magma dangkal
  • Tekanan gas rendah

d) Tipe st. vincent

  • Lava cair liat 
  • Letusan hebat

f) Tipe pelle

  • Sumbat kawah tinggi 
  • Dapur magma dalam 
  • Tekanan gas tinggi 
  • Memancarkan gas pijar bersuhu 2000 C. Contoh: G. Montagna Pelle (Amerika Tengah) 

g) Tipe perret
  • Letusan paling hebat
  • Dapur magma sangat dalam
  • Tekanan gas sangat tinggi
  • Lava kental Contoh: G. Krakatau (Th. 1883)

Hasil gambar untuk tipe gunung api berdasarkan letusannya

BENTUK MUKA BUMI

1. Relief daratan
  • Gunung
  • Pegunungan
  • Dataran tinggi/plato: tinggi antara 200 – 700 m
  • Peneplain: pegunungan yang hampir datar
  • Dataran rendah: < 200 m
  • Bukit dan lembah

Hasil gambar untuk penampang melintang relief daratan 
 

2. Relief dasar laut
  • Continental shelf/paparan benua: dataran yang sempit pada dasar laut, kedalaman ± 200 m.
  • Continental slop: berbatasan dengan continental shelf, berupa dataran luas.
  • Punggung laut/ridge: dasar laut yang kanan-kirinya berupa laut dalam.
  • Lubuk/basin laut: dasar laut yang dalam.
  • Palung/trench: lembah dasar laut.
  • Gunung laut: gunung yang muncul di permukaan laut.
  • Ambang laut: bukit di dasar laut.



Hasil gambar untuk penampang melintang relief dASAR LAUT